Posted on

Jangan Seperti Sales Promotion Girl saat Menawarkan Bisnis Anda! Pilih Strategi Soft Sale untuk Website Anda

Business Marketing

“Anda ingin produk terbaik? Kami menyediakan barang unggulan dengan harga TERMURAH!!”

Kalimat membanggakan produk semacam ini sering kali muncul di beberapa iklan produk yang dijual secara online. Tidak puas dengan menunjukkan unggulan produk yang dijual, beberapa toko sering kali menambahkan beberapa kata yang tidak relevan, semacam murah, trendy, lucu, dan sebagainya yang bertujuan agar produk mereka terlihat dalam mesin pencari ketika pengguna memasukkan sebuah kata yang bersifat umum.

Cara seperti itu sekilas bagus dan lengkap untuk proses Search Engine Optimization (SEO), namun sejatinya membawa dampak kurang baik bagi penjualan produk Anda karena terkesan tidak profesional. Pembeli memang dapat datang ke website yang Anda kelola, namun hal itu tidak akan ada gunanya jika mereka tidak jadi berbelanja dengan alasan ragu atas kredibilitas website tersebut kurang. Solusinya, Anda dapat mengombinasikan prinsip SEO untuk menarik konsumen ke website Anda, dan strategi soft selling untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap toko yang Anda kelola. Dengan dua hal tersebut, maka perlahan tapi pasti website yang Anda kelola akan memiliki pelanggan setia dan akan berada di posisi atas pada mesin pencari.

Strategi pemasaran soft selling pada dasarnya adalah proses berjualan yang tidak terlihat berjualan secara langsung. Cara yang digunakan oleh strategi ini sangat halus dan jauh dari kata-kata provokatif, sehingga memberikan sugesti secara bertahap dengan menanamkan rasa simpati dan suka antara pembeli dan website penjual. Keuntungan menggunakan strategi soft selling dibandingkan dengan hard selling adalah dapat menumbuhkan kepercayaan konsumen terhadap penjual, produk, dan dapat membangun transaksi jangka panjang. Strategi soft selling atau populer dengan teknik branding ini bertujuan untuk mendapatkan loyalitas konsumen terhadap produk yang ingin dijual.

Strategi Soft Sale
Strategi Soft Sale / Kontenesia / www.imageworkscreative.com

Ciri-ciri strategi pemasaran soft selling adalah tidak ada kata-kata ajakan yang persuasif untuk membeli produk, melainkan berisi pesan-pesan yang edukatif. Informasi terkait produk juga disampaikan lebih detail, seperti apa manfaat menggunakan produk, bagaimana produk tersebut dibuat, apa yang melatarbelakangi pembuatannya, dan keunggulan produk tersebut dibanding produk lain. Lebih jauh lagi, strategi ini juga membentuk bonding antara penjual dan pembeli. Melalui informasi dan sapaan dari penjual, penjual berusaha membangun imej positif di mata konsumen.

Strategi soft selling lebih sering dijumpai di website, blog, atau media sosial seperti Facebook. Media ini menjadi sarana yang tepat bagi strategi soft selling karena penjual dapat menampilkan banyak artikel. Artikel-artikel berupa review produk bisa ditampilkan tanpa batasan waktu dan biaya dengan jangkauan target pasar yang luas.

Lalu, bagaimana caranya mengaplikasikan strategi soft selling pada website Anda? Sebelum menawarkan suatu produk, kita harus paham dahulu apa saja kebutuhan calon pembeli. Kita pelajari apa saja masalah calon pembeli dan kita bantu menyelesaikannya. Caranya adalah dengan memberikan edukasi. Misalnya, ada calon pembeli yang punya masalah dalam pengelolaan keuangan, maka kita berikan pengetahuan tentang pendidikan finansial. Setelah calon pembeli mendapat edukasi, barulah kita tawarkan produk keuangan yang kita jual.

Selain artikel edukasi terkait produk yang kita jual, kita bisa juga mengisi website dengan artikel tips/tutorial dengan tema-tema tertentu. Jika kita menggunakan website, maka kita akan terikat dengan jangkauan view. Semakin banyak orang melihat website kita maka semakin besar peluang website kita berada di halaman depan mesin pencari. Jika website Anda tetap bertahan di halaman pertama mesin pencari untuk beberapa kata kunci, maka Anda akan mendapatkan target pasar yang lebih luas.

Strategi Soft Sale
Strategi Soft Sale / Kontenesia / www.insightmarketingsolutions.net/

Sampai saat ini, tidak ada strategi khusus dalam melakukan soft selling. Selama calon pembeli tertarik dengan hal yang kita lakukan, maka selama itu pula ada harapan bahwa mereka akan menjadi pembeli potensial. Hal ini membuat bermacam website dapat mengembangkan metode soft selling yang paling tepat dengan calon pembeli mereka. Salah satu contoh soft selling yang cukup unik tertuang pada pembukaan buku Likeable Social Media: How to Delight Your Customers, Create an Irresistible Brand yang ditulis oleh Dave Kerpen. Dalam buku ini, sang penulis bercerita bahwa suatu hari dia berlibur ke Las Vegas dan harus kecewa karena hotel terpopuler di sana membuat dia menunggu selama satu jam hanya untuk check in dan meneruskan liburannya.

Kekecewaan ini dituliskan melalui Twitternya dengan memention akun hotel tersebut. Yang menarik, balasan terhadap tweetnya justru datang dari akun hotel saingan yang membaca tweet tersebut. Dan bukannya beriklan bahwa hotel mereka memiliki kamar kosong dan yang fasilitas lebih baik, akun tersebut justru memberikan simpati atas awal liburannya yang kurang menyenangkan dan berharap penulis buku memiliki sisa liburan yang lebih menyenangkan.

Itulah salah satu bentuk dari soft selling, hotel saingan dapat dengan mudah memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menjual produknya, namun mereka lebih memilih untuk bersimpati dengan kesusahan penulis buku. Dan hasilnya, penulis buku memilih untuk tinggal di hotel tersebut pada liburan selanjutnya. Hotel saingan berhasil mendapatkan $600 hanya dari sebuah tweet, tidak terhitung keuntungan lain yang didapatkan dari rekomendasi penulis di dalam bukunya yang akan mendatangkan lebih banyak konsumen di lain waktu.

Ketika Anda menerapkan strategi soft selling, tidak hanya produk Anda yang mendapatkan gambaran positif, melainkan juga Anda sebagai penjual. Sebenarnya dengan menerapkan strategi ini, Anda bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus, yakni meningkatkan brand image dan personal image. Paparan di atas adalah contoh cara luwes soft selling produk di website. Jangan biasakan menjajakan produk Anda bak sales promotion, lakukanlah dengan anggun dan tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *