konten adalah

Bagi Toko Online, Artikel Adalah Cara Efektif Memperkenalkan Produk di Era Digital

Artikel adalah tulisan yang berisi gagasan atau fakta. Tujuan artikel dibuat adalah untuk memberikan informasi, meyakinkan, mendidik, menginspirasi, bahkan menghibur pembacanya. Artikel biasanya ditayangkan melalui media, baik media cetak maupun media online.

Ciri-ciri artikel adalah memiliki panjang tertentu dan dapat berisi berbagai topik yang menarik untuk dibahas. Beberapa contoh artikel adalah mengenai kegunaan sebuah produk, cara membuat sebuah produk, opini mengenai suatu kegiatan, dan sebagainya.

Untuk membuat sebuah artikel, struktur merupakan hal yang sangat penting. Pada umumnya, struktur artikel adalah judul, pendahuluan, isi, dan penutup. Namun, hal ini juga bergantung pada jenis artikel yang akan dibuat. Jenis-jenis artikel antara lain adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.

Artikel yang dimuat di blog atau website bisa ditulis sendiri oleh pemiliknya atau dengan menggunakan jasa penulisan artikel blog. Jasa pembuatan artikel ini akan membantu Anda menyediakan konten dengan praktis.

Panduan Menjadi Content Creator

Content creator kini menjadi profesi yang menarik. Kamu bisa bekerja secara fleksibel dengan penghasilan besar. Tertarik menjalani profesi ini?

Klik disini untuk membaca

 

1. Memahami Konten

Dalam ranah komunikasi, konten adalah sejumlah informasi atau pengalaman yang ditujukan bagi para audiens. Konten dapat diekspresikan ke dalam berbagai medium, baik secara lisan maupun tulisan. Konten juga dapat disampaikan melalui sejumlah media, antara lain internet, televisi, buku, majalah, bahkan siaran langsung.

Dari sisi audiens, konten adalah informasi yang didapatkan dari media. Seorang filsuf teori komunikasi mengatakan, “The medium is the message” (media adalah pesan). Dalam hal ini, media sebagai saluran informasi tersebut memengaruhi bagaimana audiens memahami konten atau pesan.

Baik penulis, editor, maupun penerbit sebuah informasi, mungkin atau mungkin tidak bertanggung jawab terhadap seluruh nilai yang terdapat di dalam konten dengan konteks tertentu. Sebagai contoh, ketika sebuah konten ditampilkan di halaman web lain yang muncul karena mesin pencari, nilainya mungkin berbeda dari pesan asli yang sesuai dengan konteks konten tersebut.

Selain itu, konten adalah sarana memengaruhi audiens sehingga tertarik untuk menciptakan konten sendiri. Hasilnya bisa jadi sangat berbeda dari yang dibayangkan. Ini berarti audiens dapat mengembangkan konten sendiri dari konten yang sudah ada.

Secara tradisional, konten diedit atau dirancang oleh editor, penulis, atau seorang content creator. Karena perkembangan teknologi, informasi kini dapat berpindah secara cepat dari satu tempat ke tempat lain. Akibatnya, konten tidak lagi harus melewati usaha menulis atau mengedit yang berlebihan.

2. Mengenal Definisi Konten

Konten Adalah Raja

konten adalah
sendiancreations.com

Content is king” (konten adalah raja) merupakan salah satu istilah yang kerap digunakan saat ini, termasuk di dunia pemasaran. Istilah tersebut mulai populer setelah disebutkan oleh Bill Gates pada Januari 1996 dalam esainya yang bertajuk “Content is King”.

Dalam tulisan yang dipublikasikan di website Microsoft ini, Gates mengatakan bahwa dalam sebuah jaringan interaktif seperti internet, definisi konten menjadi sangat luas. Kini, seseorang yang terhubung dengan internet melalui Personal Computer (PC) dan modem atau smartphone, dapat mempublikasikan konten apa pun yang telah dibuatnya.

Menurut Gates, konten untuk tulisan versi cetak berbeda dengan online. Majalah cetak, misalnya, biasanya dibaca oleh para audiens yang memiliki minat yang hampir sama. Majalah ini dapat saja ditayangkan secara online. Namun, apakah serta-merta bisa meraih sukses? Ternyata tidak semudah itu.

Pasalnya, konten dalam versi cetak tidak memiliki kedalaman dan interaktivitas yang cukup untuk mengatasi kelemahan pada media online. Oleh karena itu, supaya betah membaca melalui layar komputer atau smartphone, audiens harus dihargai dengan informasi yang bermanfaat, lengkap, terbaru, serta dapat dijelajahi kapan saja.

Kehadiran audio dan video juga merupakan salah satu cara untuk membuat konten menjadi lebih baik dan lebih menarik. Dengan kelengkapan tersebut, audiens akan mengalami keterlibatan pribadi yang jauh lebih baik dibandingkan sekadar ruang terbatas berupa surat pembaca di media cetak.

Saat ini, konten video dapat dengan mudah ditemukan, misalnya melalui siaran streaming yang ditayangkan di YouTube atau fitur live di Instagram. Konten seperti ini dapat disajikan begitu saja tanpa harus dipoles dengan berbagai informasi tambahan. Sebagian audiens justru menyukai konten seperti ini karena terkesan lebih alamiah dan spontan.

Konten dalam bentuk foto bisa ditemukan di berbagai media sosial, seperti Facebook, Instagram, atau juga di dalam sebuah blog. Foto-foto ini bercerita tentang hal yang ingin disampaikan oleh pembuat konten. Ada pula yang disebut konten audio. Anda dapat menemukan jenis konten ini di Podcast.

Berdasarkan hal-hal tersebut, jelas bahwa konten adalah raja yang memiliki power untuk menarik perhatian audiens. Selain itu, konten adalah sarana yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan kepada audiens secara efektif. Apa pun wujudnya, konten juga menjadi salah satu strategi pemasaran terbaik untuk memperkenalkan produk kepada audiens dengan metode persuasif.

3. Ciri Konten yang Berkualitas

konten adalah
pinterest.com/mehmet

Apa yang dimaksud dengan konten yang berkualitas? Pada sebuah website, konten adalah tulisan yang bertujuan untuk memberikan informasi lengkap kepada pembaca. Konten yang berkualitas akan memancing audiens untuk datang ke website tersebut, bukan hanya sekali tetapi berkali-kali.

Pada media seperti YouTube, konten dapat berupa video yang diedit sedemikian rupa sehingga menjadi tontonan yang menarik dan inspiratif. Sementara itu, konten berkualitas di media sosial biasanya bersifat menghibur dan memberikan insight, baik dalam bentuk foto, tulisan, atau video.

Khusus untuk website, konten juga erat kaitannya dengan SEO (Search Engine Optimization) atau pengoptimalan mesin telusur. SEO adalah strategi untuk meningkatkan volume dan trafik kunjungan pada sebuah website dari mesin pencari. Teknik ini memanfaatkan algoritma mesin pencari.

Artikel SEO biasanya mendatangkan banyak pengunjung dibandingkan yang tidak diolah melalui SEO. Jasa penulis artikel SEO juga kini banyak tersedia. Untuk mendukung teknik SEO yang digunakan, kualitas konten juga sangat perlu diperhatikan. Jadi, Anda harus memilih jasa penulis artikel online yang berkualitas. Ada beberapa kriteria konten berkualitas, antara lain:

a. Konten harus informatif

Sebuah konten harus informatif atau memuat informasi yang bermanfaat bagi para audiens. Informasi tersebut dapat bersifat baru atau lama tetapi diolah kembali untuk menciptakan nilai kebaruannya. Bukan hanya informasi di dalamnya, cara penyampaian konten pun perlu dilakukan sebaik mungkin. Tujuannya adalah supaya pesan di dalamnya tersampaikan dengan baik dan mudah dipahami.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membuat konten lebih informatif. Pertama, konten harus memuat data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Oleh karena itu, seorang content creator harus melakukan sejumlah riset terlebih dahulu sebelum membuat sebuah konten. Buku-buku atau referensi ilmiah dapat menjadi rujukan yang valid.

Kedua, konten harus bersifat interaktif sehingga para pembaca seakan-akan sedang mengobrol dengan teman akrab. Salah satu tipsnya adalah membuat konten dengan bahasa yang santai dan lazim digunakan di tengah keseharian. Konten seperti ini akan memancing lebih banyak audiens untuk ikut menyampaikan pendapatnya terhadap isu yang sedang dibahas.

Tidak sedikit konten yang hanya terdiri atas sejumlah informasi basi dan biasa saja. Akibatnya, audiens merasa tidak puas dan berusaha mencari media lain yang dapat memenuhi kebutuhannya akan informasi terbaru dan mendalam. Jenis media informatif inilah yang akan selalu dikunjungi oleh audiens.

Suatu konten dikatakan berhasil apabila audiens datang terus-menerus ke media tersebut untuk membaca informasi lainnya. Bukan hanya karena rekomendasi mesin pencari, tetapi berdasarkan kebutuhan.

b. Konten lebih berguna daripada situs lain

Sebuah konten di sebuah situs disebut berkualitas jika audiens menganggap informasi di dalamnya lebih berguna daripada situs lain. Inilah yang mendorong para pemilik situs untuk berlomba-lomba menyampaikan informasi secara lengkap dan jelas. Semakin detail bahasan konten tersebut, semakin tinggi peringkatnya di mata audiens.

Manfaat suatu konten juga ada kaitannya dengan niche. Apa itu niche? Niche adalah topik khusus yang dibahas dalam sebuah media. Anda dapat memilih niche tertentu, misalnya parenting.

Berdasarkan pilihan tersebut, konten-konten yang sebaiknya dibuat berkaitan dengan ulasan parenting, misalnya bagaimana cara mengobati anak ketika terkena luka bakar, bagaimana mengecek kesehatan anak, bagaimana mengukur milestone anak, dan sebagainya. Nah, media yang mengusung niche tertentu biasanya lebih disukai karena informasi yang tersedia lebih mendalam.

c. Konten dapat dipercaya

Konten adalah nafas sebuah media. Media disebut kredibel apabila di dalamnya terdapat konten-konten yang berkualitas. Kredibilitas media sangat penting karena memengaruhi tingkat kepercayaan audiens. Media yang tidak kredibel tentu tidak banyak direferensikan.

Salah satu ciri konten berkualitas adalah mengusung informasi yang dapat dipercaya atau sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Pada zaman sekarang, tidak sedikit media atau website yang berisi konten hoax (kabar bohong), kurang tepat dalam penyampaian informasi, atau kurang disertai data yang ilmiah. Akibatnya, informasi tersebut diragukan kebenarannya.

Kredibilitas konten dapat dibuktikan apabila mengambil informasi dari sumber-sumber yang resmi dan telah diakui secara luas. Biasanya, pencantuman sumber referensi atau rujukan bisa menjadi salah satu cara untuk menambah tingkat kepercayaan audiens.

Anda juga sebaiknya membuat konten berdasarkan prinsip cover both side. Seperti halnya sebuah karya jurnalistik, konten perlu didasari oleh informasi yang lengkap dari berbagai sisi. Ini akan membuat informasi tersebut tidak timpang atau subjektif.

d. Konten menarik

Sebuah konten disebut berkualitas apabila penyajiannya menarik atau tidak membosankan. Ada beragam cara untuk membuat sebuah konten lebih menarik, yaitu dengan menambahkan ilustrasi, mengubah sudut pandang penulisan, menggunakan tulisan yang bervariasi, dan sebagainya.

Konten yang menarik juga dapat mendorong audiens untuk membagikannya kepada orang lain. Inilah yang menyebabkan sebuah postingan menjadi viral di media sosial.

4. Jenis-Jenis Konten yang Disukai

Apa saja jenis konten yang disukai oleh audiens terutama di dunia maya? Anda dapat memilih salah satu dari jenis konten berikut sesuai dengan sasaran yang diinginkan.

a. Entertainment

Entertainment merupakan salah satu tema konten yang menarik untuk dieksplorasi. Ada beberapa jenis konten entertainment yang disukai oleh audiens, yaitu traveling, video viral, giveaway, dan nostalgia. Keempat jenis ini memancing rasa penasaran sehingga banyak dicari maupun dibagikan oleh warganet.

Konten traveling merupakan jenis konten yang sangat banyak dicari saat ini. Pasalnya, traveling telah menjadi gaya hidup masyarakat modern. Bukan hanya kelas atas, masyarakat kelas menengah ke bawah pun senang melakukan kegiatan traveling.

Salah satu strategi untuk menyiasati anggaran traveling adalah memilih metode bepergian dengan backpacking. Metode traveling yang satu ini dianggap lebih hemat biaya, meskipun traveler harus siap menghadapi situasi dan kondisi yang tidak ideal. Bukan hanya menikmati perjalanan, para backpacker ini pun kerap membagikan pengalamannya melalui konten-konten traveling yang menarik.

Selain karena menggejalanya virus traveling, konten jenis ini juga secara visual menciptakan keindahan tersendiri. Dari kacamata para pelancong tersebut, audiens dapat menikmati panorama alam atau lansekap suatu daerah tanpa harus berkunjung ke sana. Biasanya, konten traveling terdiri atas informasi destinasi suatu wisata atau foto-foto pemandangan yang cantik.

Jenis konten kedua yang disukai adalah video viral. Sebagian besar YouTuber berlomba-lomba untuk menciptakan konten yang viral atau banyak dibagikan di media sosial. Kriteria video viral adalah unik, jarang terjadi, menciptakan rasa penasaran, atau merupakan bagian dari peristiwa yang sedang heboh di tengah masyarakat.

Konten video viral merupakan bagian dari entertainment. Orang-orang yang mencari konten ini biasanya membutuhkan hiburan ringan yang lucu atau menggugah. Anda dapat memanfaatkan minat ini dengan memposting video viral pada akun YouTube atau Instagram demi menjaring viewer.

Pilihan konten entertainment lainnya adalah giveaway. Jenis konten yang seperti ini banyak dicari oleh para pemburu kuis. Giveaway sering diadakan di media sosial seperti Instagram atau Facebook. Salah satu tujuan utama giveaway adalah sebagai sarana promosi suatu produk. Selain itu, giveaway juga bisa dilakukan untuk menambah follower media sosial.

Konten giveaway biasanya cukup sederhana, misalnya meminta audiens untuk menjawab sebuah pertanyaan yang mudah. Dari aktivitas ini, brand awareness dapat meningkat tajam. Untuk konten jenis ini, Anda tentu harus menyiapkan modal khusus, berupa produk atau jasa yang akan dipromosikan, maupun dalam bentuk lain, seperti voucher, pulsa, uang, dan sebagainya.

Anda juga bisa memilih untuk mengisi media dengan konten-konten yang bersifat nostalgia. Salah satu topik yang sempat ramai di media sosial adalah tagar #10YearsChallenge yang diikuti oleh banyak orang, termasuk para artis. Ada banyak topik nostalgia lainnya yang menarik untuk diangkat kembali.

Salah satu contohnya adalah konten yang mengulas makanan ringan pada zaman dahulu. Tema seperti ini menggugah banyak orang, terutama bagi yang pernah mengalaminya. Nah, semakin kreatif tema yang diangkat, konten tersebut akan semakin populer.

b. Motivasi

Selain untuk memberikan informasi, konten adalah salah satu cara untuk menginspirasi orang lain. Apa saja jenis konten motivasi yang dapat dikembangkan? Salah satunya adalah dengan mengunggah gambar-gambar yang indah. Jenis konten ini sangat banyak ditemukan. Pemasok gambar biasanya adalah para fotografer, baik amatir maupun profesional.

Bagi yang tertarik fotografi, Anda dapat mengembangkan sebuah media, baik dalam bentuk website maupun media sosial, yang isinya adalah gambar-gambar indah tersebut. Objeknya pun beragam, mulai dari panorama alam, aktivitas sosial, manusia, bahkan penyajian makanan.

Jenis konten motivasi lainnya adalah berbentuk quote atau kutipan kalimat yang inspiratif. Quote dapat berasal dari ungkapan orang-orang terkenal yang dianggap menarik dan mengena pada kondisi saat itu. Selain itu, quote juga dapat berupa kata-kata yang dibuat sendiri berdasarkan pengalaman pribadi. Tujuannya untuk menguatkan dan menghibur audiens yang mungkin mengalami hal yang sama.

Selain quote, ada juga konten berupa kisah menyentuh. Jenis konten ini biasanya viral di media sosial Facebook. Pada umumnya, manusia mudah tergugah perasaannya oleh cerita-cerita yang mengharukan. Bukan hanya membaca, para audiens yang tergugah tersebut akan dengan sukarela membagikan konten.

Para content creator dapat memanfaatkan hal ini demi mendapatkan jumlah like atau share yang banyak. Cerita tersebut dapat berupa ilustrasi fiktif atau berupa kisah nyata yang menarik untuk diceritakan.

c. Edukasi

Jenis konten lainnya adalah berisi informasi dalam bentuk edukasi kepada audiens. Edukasi yang dimaksud tidak harus dalam bentuk paparan tulisan yang kaku, melainkan lebih santai dan unik demi memenuhi rasa ingin tahu audiens.

Ada pula content creator yang memilih untuk membuat langkah-langkah praktis melalui video tutorial. Jenis konten ini pada umumnya sangat disukai. Tema yang bisa dipilih beragam, mulai dari tutorial make up, tutorial memasak, atau tutorial melakukan sesuatu.

Video tutorial biasanya dapat ditemukan di media sosial seperti Instagram. Perlu diperhatikan, konten video di Instagram hanya berdurasi pendek, yaitu 60 detik. Oleh karena itu, perlu ada editing yang ketat supaya konten dapat diposting di feed Instagram.

Akan tetapi, jika ingin mempublikasikan video tutorial yang lebih panjang dan lengkap, Anda bisa memilih media YouTube karena tidak ada batasan durasi. Meskipun demikian, konten sebaiknya tidak terlalu panjang supaya tidak terasa membosankan.

Jenis konten lainnya adalah ulasan tips dan trik. Topiknya bisa seputar kuliner, fesyen, atau bahkan relationship. Media yang digunakan pun beragam, mulai dari website, Instagram, hingga Facebook.

d. Percakapan

Topik konten selanjutnya yang menarik untuk dicoba adalah berbentuk percakapan. Jenis konten ini cukup khas karena memancing interaksi aktif dari audiens. Ada 2 media sosial yang dapat dimanfaatkan untuk konten semacam ini, yaitu Instagram Story dan Twitter.

Melalui Instagram story, pemilik akun dapat melemparkan pertanyaan random kepada para follower-nya. Selanjutnya, pemilik akun juga dapat merespons jawaban tersebut di IG story. Bentuk percakapan seperti ini cukup menarik karena melibatkan dua pihak secara aktif. Follower pun mendapatkan kesempatan untuk tampil.

Bukan hanya pertanyaan, pemilik konten juga dapat meminta nasihat kepada para follower, misalnya ketika menghadapi suatu dilema tertentu. Ada pula yang meminta pendapat sehingga memiliki bahan pertimbangan yang cukup kuat. Jenis konten lainnya adalah membuat polling terhadap dua pilihan yang bertolak belakang. Hasil polling kemudian akan dirilis setelah selesai.

Selain Instagram Story, ada pula yang dikenal dengan Thread di Twitter. Ini adalah salah satu cara untuk memancing respons follower terhadap suatu topik yang menarik. Sebagai contoh, “Bagaimana cara untuk melupakan mantan?” Pertanyaan semacam ini biasanya banyak direspons warganet. Semakin banyak respons yang diberikan, thread akan semakin panjang.

e. Promosi

Sebagai salah satu strategi pemasaran di era digital, konten adalah senjata utama. Metode yang umum dilakukan adalah melakukan promosi produk melalui media yang dimiliki. Konten promosi dapat berupa diskon atau potongan harga atas produk atau jasa tertentu. Jenis konten ini biasanya diposting oleh akun-akun jual beli atau bisnis.

Konten promosi lainnya dapat berupa ulasan atau review produk. Membuat konten semacam ini bukan hanya dapat dilakukan oleh pemilik usaha, tetapi juga orang lain yang sudah merasakan dampak dari keunggulan produk tersebut. Konten berbentuk testimoni pelanggan ini dianggap sangat kuat dalam memengaruhi persepsi audiens akan sebuah produk.

Sebagai pemilik bisnis, Anda dapat memberikan produk kepada reviewer khusus lalu memintanya untuk memberikan ulasan. Testimoni semacam ini dapat Anda unggah di media yang dimiliki, baik website maupun media sosial.

Selain itu, konten promosi yang berbentuk hardselling juga bisa Anda masukkan sebagai bagian informasi produk. Dengan konten ini, Anda dapat mengedukasi audiens mengenai keunggulan produk yang dimiliki sehingga mereka tertarik untuk membelinya.

Panduan Menjadi Content Creator

Content creator kini menjadi profesi yang menarik. Kamu bisa bekerja secara fleksibel dengan penghasilan besar. Tertarik menjalani profesi ini?

Klik disini untuk membaca