Posted on

Jejak Sejarah Awal Mula Desain Grafis di Indonesia

Awal Mula Desain Grafis di Indonesia

Berkembangnya desain grafis di Indonesia bermula dari hadirnya mesin cetak pertama di Indonesia. Sejak itu, seni desain semakin pesat dan mengalami sejumlah perubahan. Saat ini, jasa desain grafis semakin dibutuhkan.

Berdasarkan garis waktu, sejarah desain grafis di Indonesia bisa dijelaskan dalam beberapa tahap, yaitu:

Mesin Cetak Pertama di Indonesia (1659)

Awal Mula Desain Grafis di Indonesia
bintanaprint.com

Penerbitan surat kabar dan buku di Indonesia mulai berkembang sekitar abad ke-17. Kondisi ini dipicu oleh kehadiran mesin cetak pertama pada 1659 di Pulau Jawa, tepatnya Batavia. Inilah titik awal industri percetakan berkembang di Nusantara.

Awalnya mesin ini dibiarkan menganggur selama berpuluh-puluh tahun. Oleh para misionaris yang membawanya, mesin cetak ini digunakan untuk mencetak kitab suci, buku pendidikan Kristen, dan surat kabar berhaluan Kristen.

Selanjutnya, koran berbahasa Belanda pun semakin diminati. Para pembacanya adalah orang-orang Eropa, priyayi dari kalangan bumiputra, dan kaum Tionghoa. Di bawah pemerintahan Daendels, percetakan negara dibentuk.

Surat kabar tidak lagi hanya berisi informasi ekonomis atau terkait perdagangan, tetapi juga peraturan perundang-undangan di kala itu.

Munculnya Iklan Pertama (1744)

Awal Mula Desain Grafis di Indonesia
nporadio1.n

Orang pertama yang memulai penyebaran iklan di Hindia Belanda adalah Jan Pieterzoen Coen. Ia adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1619-1629. Berkat perannya, ia diakui sebagai toko periklanan pertama di Indonesia oleh PPPI.

Saat itu, Coen mengirim berita berjudul Memorie De Nouvelles ke pemerintah setempat di Ambon dengan tulisan tangan. Coen “menulis” iklan dengan tulisan tangan yang indah untuk melawan aktivitas perdagangan oleh Portugis.

Satu abad kemudian, tulisan Jan Pieterzoen Coen dipublikasikan kembali di surat kabar Batavia Nouvelles, tepatnya pada 17 Agustus 1744. Ini adalah surat kabar pertama di Hindia Belanda. Pelopornya adalah Gubernur Jenderal Imhoff, Jourdans.

Pada zaman itu, penulisan iklan dalam bentuk poster adalah menggunakan  penulisan silografi atau tulisan tangan indah. Di antara negara-negara Eropa, Belanda adalah pusatnya.

Berdirinya Percetakan Negara (1893)

Awal Mula Desain Grafis di Indonesia
dgi.or.id

Pada 1893, Percetakan Negara didirikan di Jakarta oleh pemerintah Hindia Belanda. Dunia penerbitan di Indonesia sudah semakin berkembang dan menyadari bahwa desain grafis sangat penting.

Sekretaris Percetakan Negara di Indonesia saat itu, yaitu Laribu Meyoko, mengatakan bahwa desain adalah untuk memberi kesan yang baik, menarik perhatian, serta memberi kepercayaan.  Ini sama seperti penampilan fisik manusia.

PERSAGI Berdiri (1938)

Awal Mula Desain Grafis di Indonesia
Tirto.id

PERSAGI atau Persatuan Ahli Gambar Indonesia didirikan di Jakarta pada 1938. Anggotanya sekitar 30 orang yang merupakan para pelukis, seperti S. Sudjojono, Sumitro, Herbert Hutagalung, dan sejumlah seniman lainnya.

Para pelukis ini membangun gaya perpaduan nilai estetik tradisi dengan nilai estetik modern. PERSAGI juga mendapat wadah saat Jepang berkuasa yang disebut Keimin Bunka Shidoso, tepatnya pada 1943.

Poster Bersejarah “Boeng, Ayo Boeng!” (1943)

Awal Mula Desain Grafis di Indonesia
semacamberita.blogspot.com

Pada 1943, Jepang sedang menguasai Indonesia. Affandi, seorang maestro pelukis, bertugas membuat poster yang idenya dari Bung Karno. Poster ini berupa gambar orang yang dirantai, tetapi rantainya putus.

Oleh Chairil Anwar, poster itu dibubuhkan kata, “Bung, ayo Bung!” Ini adalah poster bersejarah yang kemudian diperbanyak oleh para pelukis dan dikirim ke daerah-daerah. Chairil Anwar mendapatkan kata-kata itu dari para pelacur di Jakarta.

Cikal Bakal FSRD ITB (1947)

Awal Mula Desain Grafis di Indonesia
senirupa.fsrd.itb.ac.id

Pada 1947, Balai Pendidikan Universiter Guru Gambar didirikan. Sekolah ini berada di bawah Fakultas Ilmu Pengetahuan Teknik Universias Indonesia dan merupakan cikal bakal berdirinya Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB.

Akademi Seni Rupa Pertama di Indonesia (1949)

Awal Mula Desain Grafis di Indonesia
fsr.isi.ac.id

ASRI atau Akademi Seni Rupa Indonesia diresmikan pada 15 Januari 1950 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta. Ada beberapa bagian pendidikan seni di sini, yaitu lukis, patung, pertukangan kayu, dan reklame.

Cikal bakal pendidikan desain grafis di Indonesia adalah jurusan reklame yang menyatu dengan Jurusan Dekorasi, Ilustrasi dan Grafik. Pendiri ASRI adalah RJ Katamsi Martorahardjo. Affandi juga pernah tercatat sebagai pengajar.

Logo Mulai Populer (1960)

Awal Mula Desain Grafis di Indonesia
luxfanatic.blogspot.com

Mulai 1960, iklan produk konsumen tampa terasa semakin monoton. Banyak di antaranya yang menggunakan kata, “Pakailah selalu” untuk menganjurkan penggunaan sebuah produk.

Pengaruh berpikir dan berpandangan ala Belanda secara visual sangat dominan. Contohnya pada iklan restoran, seorang model mengenakan jas dan celana panjang putih, memakai peci dan serbet di pundak dan siap menerima perintah.

Namun, banyak perusahaan yang mulai menggunakan teks dan memperkenalkan logotype produk kepada sasaran mereka. Berbeda dengan teori periklanan, merek baru ini tidak menunjukkan kebaruan.  Nuansanya adalah untuk penjualan.

Nah, karena penggunaan logo semakin populer, perusahaan periklanan pun berkembang. Namun, hal tersebut tidak seimbang dengan kesadaran untuk memperkenalkan logo tersebut.

Pameran Desain Grafis Pertama di Indonesia (1980)

Awal Mula Desain Grafis di Indonesia
Twitter.com

Pameran desain grafis pertama diselenggarakan oleh 3 orang, yaitu Hanny Kardianta, Gauri Nasution, dan Didit Chris Purnomo pada 16-24 Juni 1980. Misinya adalah untuk memperkenalkan profesi desainer grafis kepada masyarakat luas.

Selain itu, pameran yang diadakan di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis ini diadakan supaya karya desain grafis dihargai sebagai karya seni.

Selanjutnya, organisasi desain grafis pertama di Indonesia dibentuk pada 25 April 1980 dan diresmikan dengan nama Ikatan Perancang Grafis Indonesia (IPGI) pada 24 September 1980.

Perkembangan desain grafis di Indonesia juga dipengaruhi oleh perkembangan seni rupa di dunia. Saat ini, desain grafis menjadi salah satu kebutuhan primer bagi para pelaku industri.

Kehadiran mesin cetak dan komputer telah membuat perkembangan seni desain grafis lebih baik. Untuk penggiat dunia periklanan, perfilman, bahkan animasi kartun, desain grafis sangat dibutuhkan.

 

2 thoughts on “Jejak Sejarah Awal Mula Desain Grafis di Indonesia

  1. […] Desain grafis adalah sebuah bentuk yang terdiri atas beberapa elemen yang dapat diukur, baik besar kecilnya, tinggi rendahnya, maupun panjang pendeknya. Ukuran ini termasuk dalam salah satu unsur desain grafis. […]

  2. […] menghasilkan sebuah karya yang menjual, mau tak mau Anda harus mempelajari beberapa software desain grafis.Meski Anda bersikeras untuk mengerjakan secara manual, tetap perlu bantuan digital untuk merapikan […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.