Posted on Leave a comment

Apa Itu Artificial Intelligence? Pahami Teknologi yang Menggemparkan Dunia Ini di Penjelasan Berikut

Artificial Intelligence

Artificial Intelligence adalah salah satu topik yang hangat dibicarakan banyak orang saat ini. Teknologi ini sebenarnya sudah ada cukup lama di keseharian kita. Akan tetapi, bahasan tentang ini jadi semakin banyak semenjak kemunculan beberapa nama Artificial Intelligence yang pengaruhnya besar ke dunia profesional, salah satunya adalah ChatGPT.

Nah, kalau kamu masih belum banyak tahu tentang Artificial Intelligence, cara kerja, jenis, hingga plus-minusnya, artikel ini bakal jadi bahan bacaan yang cocok, nih. Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang Artificial Intelligence di sini!

Apa Itu Artificial Intelligence?

Artificial Intelligence

Dilansir dari IBM, Artificial Intelligence adalah sebuah bidang keilmuan teknologi yang menggabungkan komputer dan datasets untuk menyelesaikan suatu masalah.

Definisi lain dari Amazon Web Service menyebutkan bahwa Artificial Intelligence adalah sebuah bidang ilmu komputer yang dispesifikkan untuk memecahkan berbagai masalah kognitif yang berkaitan dengan kecerdasan manusia, misalnya seperti pembelajaran, pemecahan masalah, serta pengenalan pola.

Dengan adanya Artificial Intelligence, komputer bisa mengendalikan robot untuk melakukan tugas-tugas yang dulu dilakukan oleh manusia. Alhasil, tugas-tugas tersebut bisa dilakukan secara otomatis dan lebih cepat.

Dilansir dari Mitel.com, saat ini sudah lebih dari 60% perusahaan menggunakan Artificial Intelligence. Menariknya, penerapan Artificial Intelligence ini sering kali diintegrasikan ke berbagai layanan yang mereka tawarkan ke pelanggan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan customer experience dan untuk meningkatkan produktivitas dalam memberikan pelayanan pada pelanggan.

Sekilas Sejarah Artificial Intelligence

Artificial Intelligence

Untuk memahami sejarah Artificial Intelligence, bahasan ini akan dibagi menjadi beberapa poin untuk memudahkanmu memahaminya.

1. Tahun 1930-an

Pembicaraan mengenai bagaimana data dalam jumlah besar dikelola berawal pada tahun 1930-an. Pada saat itu, para ilmuwan banyak membicarakan bahwa data merupakan hal yang penting dalam proses belajar sebuah mesin. Akan tetapi, mereka masih belum tahu bagaimana memasukkan data-data tersebut agar mesin bisa belajar.

2. Tahun 1950-an

Sejarah ‘Artificial Intelligence’ sendiri baru dimulai pada sekitar tahun 1950-an. Di era ini, dunia sudah lebih banyak memiliki komputer semenjak lepas dari Perang Dunia II. Pada era perang, komputer diciptakan untuk kebutuhan perang. Pada era ini, perlahan komputer digunakan untuk melakukan perencanaan data dalam jumlah besar untuk kepentingan negara.

Pada saat itu, para ilmuwan banyak berdiskusi dan mulai mengembangkan konsep komputer yang dapat meniru kecerdasan manusia. Bahkan pada tahun 1956, ada sebuah konferensi yang dikenal sebagai “Konferensi Dartmouth” yang menjadi tonggak awal perkembangan AI. Pada konferensi inilah, istilah ‘Artificial Intelligence’ muncul.

Selain kemunculan nama Artificial Intelligence, pada tahun-tahun ini muncul juga LISP (bahasa pemrograman klasik), Semantic Network and Frame, Expert System, serta General Problem Solver yang juga turut berguna dalam perkembangan AI.

Meski tampaknya para ilmuwan sangat optimis dalam mewujudkan komputer dengan tingkat kecerdasan yang menyerupai manusia, perkembangan AI pada tahun-tahun ini banyak menghadapi keterbatasan.

3. Tahun 1960-an

Pada tahun 1960-an, muncul pendekatan baru dalam AI yang dikenal sebagai Natural Language Processing. Apa yang terjadi pada saat itu adalah para peneliti mencoba mengajarkan komputer untuk memahami bahasa manusia termasuk bagaimana cara merespons input yang masuk.

Namun, karena perkembangan teknologi masih terbatas, pengembangan Artificial Intelligence pada tahun-tahun ini masih belum banyak membuahkan hasil.

4. Tahun 1980-an

Pada tahun 1980-an, AI mengalami periode yang dikenal sebagai “Second Wave of Artificial Intelligence“. Alasan mengapa AI pada periode ini dikenal sebagai ‘Second Wave of Artificial Intelligence’ adalah karena banyak ahli yang mulai bermunculan dan berkontribusi dalam pengembangan AI. Beberapa ilmuwan yang berkontribusi misalnya seperti:

  • David Rumelhart
  • Jon Holland
  • Lotfi Zadeh
  • Ingo Rechenberg
  • Lawrence Fogel
  • John Koza

Tak hanya jumlah ilmuwan saja yang meningkat, penemuan mutakhir di era ini pun juga banyak bermunculan.  Misalnya saja seperti:

  • Learning of NLP
  • Fuzzy logic
  • Genetic algorithms
  • Genetic programming
  • Evolutionary programming
  • Evolutionary strategy

5. Tahun 1990-an

Pada pertengahan 1990-an, teknologi komputer mulai berkembang dengan pesat. Tak heran, perkembangan baru dalam bidang AI juga ikut berkembang dengan pesat juga. Metode pembelajaran mesin, misalnya, mulai menunjukkan hasil yang lebih baik dalam hal pemahaman data dan pola-pola input yang kompleks.

6. Tahun 2000-an hingga sekarang

Puncak perkembangan AI bisa kita lihat pada abad 21 seperti saat ini. Banyak sekali hal yang mendukung pesatnya perkembangan AI pada era saat ini, misalnya seperti perkembangan komputer yang sudah begitu maju dan machine learning yang juga tak kalah canggihnya.

Kamu juga sudah bisa melihat banyak sekali produk-produk teknologi yang memanfaatkan AI pada saat ini. Beberapa di antaranya seperti:

  • Pengenalan wajah (face recognition)
  • Self-driving car
  • Terjemahan bahasa asing
  • Chatbot
  • Virtual assistant seperti Google Assistant, Alexa, dan Siri.

Dengan kemajuan teknologi ini, Artificial Intelligence telah mengubah banyak aspek kehidupan masyarakat di berbagai bidang. Meskipun tantangan dan pertanyaan terkait etika tetap banyak bermunculan, Artificial Intelligence terus menjadi bidang penelitian dan pengembangan yang mendalam dan menarik.

Cara Kerja Artificial Intelligence

Artificial Intelligence

Bagaimanakah cara kerja Artificial Intelligence? Artificial Intelligence bekerja dengan menggunakan data dalam jumlah besar dengan cepat. Setelah itu, AI bekerja dengan menggunakan data-data tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang ingin dipecahkan.

Bagaimana Artificial Intelligence menggunakan data untuk menyelesaikan permasalahan yang ingin dipecahkan?

Artificial Intelligence bekerja dengan pengolahan berulang dan algoritma yang memungkinkan sebuah program komputer belajar secara otomatis dari data yang sudah dihimpun.

Nantinya, sistem ini akan melakukan analisis untuk mengetahui apa keterkaitan dan pola dari permasalahan yang muncul. Hal ini juga bisa menjadi data yang membantu program komputer untuk membuat keputusan di masa yang akan datang.

Jenis-Jenis Artificial Intelligence

Berdasarkan kemampuannya, ada beberapa macam Artificial Intelligence yang saat ini sudah ada di sekitar kita. Beberapa macam Artificial Intelligence adalah sebagai berikut.

  1. Artificial Narrow Intelligence
  2. Artificial General Intelligence
  3. Artificial Superintelligence
  4. Reactive Machines
  5. Limited Memory
  6. Theory of Mind
  7. Self-aware

Penjelasan untuk masing-masing jenis Artificial Intelligence adalah sebagai berikut.

1. Artificial Narrow Intelligence

Jenis Artificial Intelligence ini adalah Artificial Intelligence yang didesain untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat spesifik. Jenis AI ini tidak bisa belajar secara independen dan cakupan kemampuan kerjanya terbatas.

2. Artificial General Intelligence

Jenis Artificial Intelligence ini didesain untuk mempelajari hal baru, berpikir, dan melakukan tindakan spesifik dengan level yang setara dengan yang dilakukan oleh manusia.

3. Artificial Superintelligence

Jenis Artificial Intelligence ini adalah Artificial Intelligence yang kecerdasannya melebihi pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki manusia dalam suatu hal tertentu.

4. Reactive Machines

Reactive machine merupakan jenis Artificial Intelligence yang mampu merespons stimulus eksternal secara real-time namun tidak bisa menyimpan informasi terkait respons tersebut untuk penggunaan di masa depan.

5. Limited Memory

Limited memory Artificial Intelligence adalah jenis Artificial Intelligence yang bisa menyimpan pengetahuan yang diterimanya dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk pekerjaan-pekerjaan di masa mendatang.

6. Theory of Mind

Jenis Artificial Intelligence ini adalah jenis Artificial Intelligence yang menarik. Theory of Mind merupakan jenis Artificial Intelligence yang mampu merasakan dan merespons emosi manusia. Selain itu, theory of mind juga bisa melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh AI Limited Memory.

7. Self-aware

Jenis Artificial Intelligence self-aware merupakan jenis Artificial Intelligence yang mampu mengenali perasaan orang lain, memiliki sense of self, dan intelegensi yang setara dengan intelegensi manusia. Bisa dibilang, ini merupakan final stage dari sebuah AI.

Komponen Dasar Artificial Intelligence

Dilansir dari caseguard.com, komponen-komponen dasar Artificial Intelligence adalah sebagai berikut.

1. Pembelajaran (Learning)

Komponen dasar pertama dari Artificial Intelligence adalah pembelajaran (learning). Sama seperti ketika seorang anak kecil belajar menaiki sepeda, Artificial Intelligence juga akan mengalami trial and error selama prosesnya.

Lambat laun, Artificial Intelligence akan mengingat hal-hal yang sudah diajarkan. Beberapa contohnya adalah mengingat solusi yang berbeda untuk permasalahan yang berbeda serta pengenalan terhadap kosakata bahasa asing.

Melalui proses belajar ini, program AI akan ‘mencatat’ hal apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai output sesuai yang diinginkan. Dengan demikian, ketika digunakan lagi, teknologi ini bisa mengatasi masalah yang sama.

2. Penalaran (Reasoning)

Selanjutnya, komponen dasar Artificial Intelligence adalah penalaran (reasoning). Ada dua jenis penalaran yang dilakukan oleh AI, yaitu penalaran deduktif dan induktif. Perbedaan kedua jenis Artificial Intelligence adalah:

  • Penalaran deduktif merupakan jenis penalaran yang dilakukan berdasarkan fakta/premis yang sudah dipelajari.
  • Penalaran induktif merupakan jenis penalaran yang dilakukan setelah melakukan observasi langsung pada suatu sampel.

3. Penyelesaian masalah (problem-solving)

Komponen dasar dari Artificial Intelligence selanjutnya adalah penyelesaian masalah (problem-solving). Ini merupakan salah satu komponen terpenting dari Artificial Intelligence. Pasalnya, tujuan pembuatan AI adalah untuk membuat suatu teknologi yang dapat menyelesaikan suatu masalah.

Pada intinya, penyelesaian masalah merupakan komponen dasar Artificial Intelligence yang berdasarkan pada penerapan, pengolahan, dan manipulasi data untuk mencapai suatu hasil yang spesifik.

Salah satu contoh penerapan problem solving pada AI adalah pembuatan algoritma media sosial. Dengan adanya algoritma media sosial, kamu bisa melihat lebih banyak konten dengan niche yang sesuai dengan ‘selera’mu. Alhasil, kamu jadi makin betah menggunakan media sosial.

4. Persepsi (perception)

Persepsi (perception) adalah komponen dasar Artificial Intelligence selanjutnya. Komponen ini didefinisikan sebagai pengembangan program dan sistem AI agar bisa melakukan pengolahan data, memahami data input, dan mengeluarkan output penyelesaian masalah yang sesuai dengan yang diharapkan.

Contoh dari penerapan nyata dari komponen dasar Artificial Intelligence ini adalah adanya program AI yang dibuat untuk self-driving car. Dengan program yang dibuat, mobil tersebut bisa bereaksi secara berbeda ketika mobil:

  • Dihadapkan pada lampu lalu lintas
  • Dihadapkan pada situasi cuaca tertentu.
  • Mendekati bangunan
  • Berjalan di jalan tol dan jalanan kota biasa, dll.

5. Pemahaman terhadap bahasa (language understanding)

Komponen terakhir dari Artificial Intelligence adalah pemahaman terhadap bahasa (language understanding). Language understanding merupakan tahap final dari sebuah pengembangan Artificial Intelligence.

Salah satu perwujudan dari komponen dasar ini adalah Artificial Intelligence assistants seperti Siri, Google Assistant, dan Alexa. Melalui AI assistant tersebut, kamu bisa memerintahkan program untuk melakukan hal yang kamu minta cukup dengan memberikan perintah suara.

Kelebihan Artificial Intelligence

Apa saja kelebihan yang ditawarkan Artificial Intelligence? Sejauh ini, Artificial Intelligence mampu memberikan banyak benefit untuk kita. Benefit-benefit tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mampu digunakan untuk mengambil keputusan dari data-data yang sudah ada.
  2. Peningkatan produktivitas.
  3. Mampu melakukan analisis data secara cepat dan akurat.
  4. Mampu melakukan prediksi.
  5. Membantu penelitian ilmiah.
  6. Membantu peningkatan layanan pelanggan.
  7. Bisa digunakan untuk tugas-tugas berbahaya.

Yuk, pelajari selengkapnya dengan membaca penjelasan berikut.

1. Mampu digunakan untuk mengambil keputusan dari data yang tersedia

AI merupakan teknologi yang bisa mempelajari data, melakukan identifikasi pola dari data yang ada, lalu membuat keputusan/penyelesaian masalah berdasarkan data-data yang dipelajarinya.

Tentunya, ini akan sangat mempermudah kamu dalam melakukan pekerjaan. Bayangkan jika kamu harus mempelajari data satu per satu dan menganalisisnya sebelum melakukan pengambilan keputusan. Hal ini pastinya akan sangat memakan waktu, bukan?

2. Peningkatan produktivitas

Ini jelas menjadi salah satu kelebihan yang dimiliki Artificial Intelligence. Dengan kemampuannya melakukan otomatisasi, kamu bisa menggunakan AI untuk melakukan tugas-tugas yang bersifat rutin dan repetitif.

Dengan AI, kamu bisa lebih fokus pada tugas-tugas yang membutuhkan kreativitas dan pemikiran yang kompleks. Karena alasan inilah, AI bisa membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pekerjaan.

3. Mampu melakukan analisis data secara cepat dan akurat

Sebagaimana disebutkan, Artificial Intelligence adalah teknologi yang bisa kamu gunakan untuk melakukan pengambilan keputusan. Nah, sebelum AI melakukan pengambilan keputusan, AI akan melakukan analisis data terlebih dahulu.

Dalam melakukan analisis data, AI bisa melakukannya dengan cepat dan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Tidak heran, AI bisa cukup dipercaya untuk melakukan analisis data dalam jumlah besar serta melakukan pengambilan keputusan dalam waktu yang cepat.

4. Mampu melakukan prediksi

Selain tiga benefit di atas, benefit AI yang bisa kamu rasakan adalah kemampuan prediksi AI yang tidak main-main. Dalam artian, AI dapat melakukan prediksi atas tren, demand pasar, harga saham, maupun perubahan lingkungan. Dengan cara ini, kamu bisa menggunakannya untuk membuat strategi (misalnya strategi bisnis) yang lebih baik.

5. Membantu penelitian ilmiah

Dalam dunia sains, AI dapat membantu untuk mengolah data besar, menemukan pola-pola yang bersifat kompleks, bahkan menganalisis data untuk membantu ilmuwan menemukan korelasi data satu dengan data lainnya.

Menariknya, AI tidak hanya bisa digunakan di satu bidang keilmuan saja. AI dapat digunakan dalam pengembangan ilmu di berbagai bidang—baik itu kedokteran, biologi, astronomi, dsb.

6. Membantu peningkatan layanan pelanggan

Di bidang bisnis, salah satu manfaat AI yang dapat dirasakan adalah adanya peningkatan pengalaman pelanggan (customer experience). Ini bisa dilakukan dengan cara memberikan rekomendasi produk kepada pelanggan, membantu pelanggan mendapatkan informasi yang dibutuhkan kapan pun melalui chatbot, hingga otomatisasi pengiriman email marketing yang dikirimkan kepada pelanggan.

7. Bisa digunakan untuk melakukan tugas-tugas berbahaya

Ada berbagai tugas berbahaya yang bisa kamu ‘serahkan’ ke AI. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

  • Melakukan pencarian serta evakuasi korban bencana alam dalam kondisi berbahaya. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan drone dan robot berbasis AI.
  • Melakukan penyelamatan korban di lokasi kebakaran. Serupa dengan penerapan AI dalam proses evakuasi korban bencana alam, penyelamatan korban di lokasi kebakaran bisa dilakukan dengan menggunakan drone (jika diperlukan) dengan fitur kamera termal dan AI. Dengan menggunakan alat ini, petugas pemadam kebakaran bisa bergerak lebih efektif dan efisien ketika melakukan penyelamatan.
  • Pendeteksian dan penanggulangan bahan beracun/senjata kimia.
  • Penggunaan di lingkungan radioaktif. Di lingkungan yang tercemar bahan-bahan radioaktif, kamu bisa menggunakan robot AI yang bisa digunakan untuk mendeteksi dan membersihkan lingkungan tersebut.

Kekurangan Artificial Intelligence

Sejauh ini ada beberapa kekurangan Artificial Intelligence yang bisa kita jumpai. Beberapa kekurangan Artificial Intelligence tersebut adalah:

  1. Tidak bisa memahami konteks dan pengetahuan yang mendalam.
  2. AI tidak mampu berpikir secara abstrak.
  3. Rentan terhadap bias.
  4. AI hanya bisa melakukan tugas yang sudah ‘diajarkan’ saja.
  5. AI masih belum bisa memproses informasi yang tidak/belum terstruktur dengan baik.
  6. Komunikasi yang terkesan tidak alami.
  7. Sangat berpotensi mengurangi jumlah lapangan pekerjaan manusia.

Mari kita bahas lebih lanjut dalam penjelasan berikut.

1. Tidak bisa memahami konteks dan pengetahuan yang mendalam

Meski saat ini Artificial Intelligence telah mengalami kemajuan yang begitu pesat, Artificial Intelligence masih belum bisa memiliki pemahaman kontekstual. Pengetahuan AI pun cenderung terbatas dan masih belum bisa setara dengan manusia.

AI mungkin bisa diandalkan untuk melakukan analisis data dengan cepat dan mengelolanya untuk mengambil suatu keputusan tertentu. Akan tetapi, AI tidak bisa mengambil keputusan tanpa adanya data input terlebih dahulu. Bisa dikatakan, AI tidak bisa diandalkan untuk melakukan pemikiran yang fleksibel seperti manusia.

Selain itu, AI juga tidak bisa diandalkan untuk melakukan pemikiran yang mendalam. Jadi, AI tidak bisa melakukan pemikiran berdasarkan hal-hal di luar data input yang dimasukkan.

2. Tidak mampu berpikir secara abstrak

Tidak seperti manusia, Artificial Intelligence adalah sebuah teknologi yang tidak bisa berpikir abstrak. Ini masih berkaitan dengan kekurangan AI di poin pertama, yaitu tidak bisa digunakan untuk berpikir secara kontekstual.

Selain itu, AI tidak memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif. Karena alasan inilah, AI tidak bisa digunakan untuk membuat sebuah solusi yang unik. Meskipun bisa, kapasitas AI dalam melakukan hal ini masih terbatas.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Beberapa referensi menyebutkan bahwa ini sangat berkaitan dengan ketidakmampuan Artificial Intelligence dalam merasakan emosi seperti manusia. Tak hanya itu, Artificial Intelligence tidak memiliki intuisi. Dua hal ini (emosi dan intuisi) merupakan dua hal penting yang digunakan dalam proses kreatif pada manusia.

3. Rentan terhadap bias

Kerentanan terhadap bias menjadi kekurangan lain dari Artificial Intelligence yang patut menjadi perhatian.

Mengapa AI dikatakan rentan terhadap bias? Hal ini terkait dengan kemampuan reasoning (penalaran) AI yang hanya didasarkan dari data yang diinput saja. Maka dari itu, jika data yang dimasukkan mengandung bias, output yang dikeluarkan AI pun juga sangat mungkin mengandung bias juga.

Kerentanan terhadap bias ini erat juga kaitannya dengan kekurangan-kekurangan AI yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu tidak bisa berpikir secara fleksibel. Karena tidak bisa berpikir secara fleksibel, Artificial Intelligence adalah teknologi yang hanya mengandalkan satu sumber data saja. Inilah yang menyebabkan rentan terjadi bias.

Akibatnya, AI mungkin kurang bisa diandalkan untuk mengambil keputusan yang adil dan objektif. Bahkan, ini bisa memicu diskriminasi dan memperburuk kesenjangan sosial yang ada.

4. Hanya bisa mengerjakan tugas yang sudah ‘diajarkan’ saja

Selain kelemahan-kelemahan di atas, keandalan Artificial Intelligence yang lemah adalah kelemahan lain yang perlu diperhatikan.

Artificial Intelligence adalah teknologi yang mungkin bisa kamu andalkan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang spesifik. Akan tetapi, AI bisa saja gagal menangani situasi yang tidak pernah dikenalinya atau berada di luar lingkup pemahamannya.

Mengapa demikian? Ini disebabkan karena teknologi AI saat ini masih belum bisa melakukan pemikiran secara kompleks. Hal ini sangat berpotensi membawa dampak serius. Misalnya saja adanya penggunaan AI dalam mobil self-drive.

5. AI belum bisa digunakan untuk memproses data yang tidak/belum terstruktur yang baik

Dalam hal pemrosesan data, AI juga memiliki kelemahannya tersendiri. Kelemahan AI terkait pemrosesan data adalah kurangnya kemampuan AI untuk memproses data yang tidak/belum terstruktur dengan baik. Kalaupun bisa, performa AI jadi kurang memuaskan.

Maka dari itu, sebelum menggunakan AI, kamu perlu mempersiapkan data yang sudah terstruktur terlebih dahulu. Dengan demikian, AI bisa digunakan dengan baik dan performanya pun jadi memuaskan.

6. Komunikasi yang terkesan tidak alami

Salah satu contoh penerapan Artificial Intelligence adalah virtual assistant dan chatbot dalam sebuah website. Nah, jika kamu pernah mencoba berkomunikasi dengan AI melalui aplikasi chatbot atau virtual assistant, mungkin kamu sudah tahu bahwa bahasa komunikasi yang terjadi terkesan tidak alami.

Bagaimanapun juga, bahasa yang digunakan oleh AI masih belum seluwes bahasa yang digunakan oleh manusia. Tak jarang, apa yang disampaikan AI tidak nyambung dengan informasi yang sebenarnya ingin kamu dapatkan.

Karena komunikasi terasa kurang alami, maka interaksi dengan AI jadi terasa kurang memuaskan. Hal ini semakin diperparah dengan absennya kemampuan berempati dari AI. Akibatnya, interaksi manusia dengan AI jadi terasa kurang atau bahkan tidak memuaskan dari segi emosional.

7. Mengancam keberadaan lapangan pekerjaan manusia

Kekurangan AI yang satu ini sudah pasti menjadi topik bahasan yang banyak dibicarakan semenjak kepopuleran AI. Walaupun AI sangat bermanfaat untuk mempermudah pekerjaan manusia, di sisi lain AI juga mampu mengurangi jumlah lapangan pekerjaan manusia.

Sudah terbukti—banyak lapangan pekerjaan yang hilang semenjak banyak perusahaan dan pabrik menggunakan komputer dan mesin (AI) sebagai upaya untuk mengotomatisasi proses produksi. Selain bisa dilakukan secara otomatis, proses produksi bisa jadi lebih murah.

Tak hanya itu, dengan AI proses produksi bisa dilakukan tanpa memperhatikan waktu. Jadi, kapan pun perusahaan ingin melakukan proses produksi, hal ini sangat mungkin dilakukan. Hal yang sama tentunya tidak bisa dilakukan dengan tenaga manusia karena ini akan berkaitan dengan peraturan ketenagakerjaan.

Karena benefit-benefit inilah, AI bisa mengurangi jumlah lapangan pekerjaan manusia. Mungkin dalam bidang spesifik, AI memberikan lapangan pekerjaan baru—misalnya seperti dalam bidang pengembangan dan maintenance. Akan tetapi, ada lebih banyak lapangan pekerjaan yang terancam ‘tergerus’ akibat keberadaan AI. Tentu ini akan menyulitkan banyak orang.

Nah, itulah penjelasan mengenai definisi Artificial Intelligence, sejarah singkat, cara kerja, ragam, komponen dasar, serta kelebihan dan kekurangan AI. Semoga bisa membantumu lebih mengenal AI dengan lebih baik, ya!

Sebagai simpulan, Artificial Intelligence adalah teknologi yang bisa membantu kamu menyelesaikan lebih banyak pekerjaan secara otomatis dan dalam waktu yang lebih cepat. AI menawarkan proses analisis data yang lebih cepat dan lebih akurat juga sehingga produktivitas bisa meningkat dengan menggunakan AI.

Meski begitu banyak manfaat yang bisa kamu dapat dari AI, ada banyak juga kelemahan yang dimiliki AI. Salah satunya adalah ketidakmampuan AI untuk berpikir secara abstrak, ketidakmampuan AI untuk berkomunikasi secara luwes, serta mampu mengancam keberadaan lapangan pekerjaan manusia.

Bisnis kamu membutuhkan artikel untuk dipublikasikan secara online? Kamu bisa menggunakan jasa penulisan artikel Kontenesia untuk mendapatkan hasil konten artikel yang berkualitas.

Tidak perlu khawatir artikel yang kamu dapatkan terdengar tidak alami karena penggunaan AI. Kontenesia adalah rumah bagi para penulis-penulis berkualitas yang sudah memiliki banyak pengalaman menulis artikel dalam berbagai niche. Ditambah lagi, ada tim editor yang siap membuat artikel-artikel jadi ready-to-publish.

Selain penulisan artikel, Kontenesia juga menyediakan jasa penulis outsource dan jasa media placement.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai berbagai layanan Kontenesia? Kamu bisa kunjungi website Kontenesia di sini.


FAQ

Apa itu Artificial Intelligence?

Artificial Intelligence adalah suatu bidang ilmu komputer yang dispesifikkan untuk memecahkan berbagai masalah kognitif yang berkaitan dengan kecerdasan manusia, misalnya seperti pembelajaran, pemecahan masalah, serta pengenalan pola.

Meski pada penjelasan tersebut disebutkan bahwa Artificial Intelligence merupakan sebuah bidang ilmu, tak jarang Artificial Intelligence merujuk pada teknologinya (dalam hal ini aplikasi atau mesin yang berbasis komputer).

Apa saja jenis-jenis Artificial Intelligence?

Berikut adalah jenis-jenis Artificial Intelligence berdasarkan kemampuannya yang sudah ada saat ini:

  • Artificial Narrow Intelligence
  • Artificial General Intelligence
  • Artificial Superintelligence
  • Reactive Machines
  • Limited Memory
  • Theory of Mind
  • Self-aware

Apa saja komponen dasar Artificial Intelligence?

Beberapa komponen dasar Artificial Intelligence adalah sebagai berikut:

  • Pembelajaran (learning)
  • Penalaran (reasoning)
  • Penyelesaian masalah (problem solving)
  • Persepsi (perception)
  • Pemahaman terhadap bahasa (language understanding)

Apa saja manfaat Artificial Intelligence?

Teknologi ini mampu menciptakan banyak manfaat bagi kita. Beberapa manfaat yang bisa didapatkan misalnya sebagai berikut:

  1. Mampu digunakan untuk mengambil keputusan dari data-data yang sudah ada.
  2. Peningkatan produktivitas.
  3. Mampu melakukan analisis data secara cepat dan akurat.
  4. Mampu melakukan prediksi.
  5. Membantu penelitian ilmiah.
  6. Membantu peningkatan layanan pelanggan.
  7. Bisa digunakan untuk tugas-tugas berbahaya.

Apa saja kekurangan Artificial Intelligence?

Meski memberikan banyak manfaat, ada banyak kekurangan Artificial Intelligence. Kekurangan-kekurangan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Tidak bisa memahami konteks dan pengetahuan yang mendalam.
  2. AI tidak mampu berpikir secara abstrak.
  3. Rentan terhadap bias.
  4. AI hanya bisa melakukan tugas yang sudah ‘diajarkan’ saja.
  5. AI masih belum bisa memproses informasi yang tidak/belum terstruktur dengan baik.
  6. Komunikasi yang terkesan tidak alami.
  7. Sangat berpotensi mengurangi jumlah lapangan pekerjaan manusia.
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.