Posted on Leave a comment

5+ Manfaat Penggunaan AI dalam Penyuntingan Konten

Saat ini, pembuatan konten dengan bantuan Artificial Intelligence (AI) sudah semakin umum. Dengan menggunakan AI, proses pembuatan konten jadi lebih cepat. Pasalnya, AI memungkinkan pembuatan konten secara otomatis asalkan kamu bisa memasukkan prompt yang sesuai dengan keinginan.

Tidak hanya untuk membuat konten—saat ini kamu bisa menjumpai tools AI yang bermanfaat untuk menyunting (mengedit) konten. Kegiatan mengedit tersebut misalnya seperti mengoreksi tata bahasa serta melakukan proofreading atas suatu konten.

Dengan adanya AI, konten yang sudah kamu buat jadi bisa error-free! Keren banget, kan?

Yuk, pelajari lebih lanjut penggunaan AI dalam penyuntingan konten!

Penggunaan AI dalam Penyuntingan Konten

Ai dalam konten
Beberapa contoh kegiatan mengedit konten yang bisa kamu lakukan dengan AI adalah mengecek adanya saltik (typo), mengecek adanya kesalahan tata bahasa (grammar), serta mengecek konsistensi gaya tulisan.

Selain itu, mengubah kalimat yang kamu susun agar jadi lebih efektif juga bisa kamu lakukan dengan bantuan AI.

Kabar baiknya, saat ini sudah banyak tools AI yang mendukung penyuntingan konten, lho!

Bahkan, jumlah tools AI dalam penyuntingan konten yang berkembang di masyarakat saat ini kian bertambah. Baik tools berbayar maupun tools gratisan.

Dengan tersedianya tools seperti ini, dijamin kamu tidak perlu kesulitan lagi dalam melakukan pengeditan konten. Pasalnya, editing konten bisa kamu lakukan dengan lebih cepat dan lebih teliti.

Menggunakan AI dalam Memeriksa Kesalahan Tulisan

Ai dalam konten

Dalam memeriksa kesalahan tulisan, AI dapat kamu manfaatkan untuk melakukan hal-hal berikut:

  1. Melakukan pengecekan tata bahasa
  2. Melakukan koreksi ejaan (proofreading)
  3. Mengidentifikasi gaya penulisan
  4. Memeriksa konsistensi gaya penulisan

Yuk, pelajari satu per satu.

Melakukan pengecekan tata bahasa

Tools AI saat ini bisa kamu gunakan untuk mengecek tata bahasa dalam konten teks. Sejauh ini, memang tools AI yang tersedia hanyalah untuk mengecek tata bahasa dalam bahasa Inggris. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan ke depannya kamu bisa menjumpai tools AI untuk mengecek tata bahasa lain. Misalnya seperti bahasa Indonesia.

Bagaimana cara tools AI dalam penyuntingan konten bekerja dalam mengecek tata bahasa konten?

Tools AI grammar checkers ini biasanya sudah ‘dibekali’ dengan kemampuan ML (Machine Learning). Machine Learning merupakan sebuah program yang mampu menemukan pola dan/atau mengambil keputusan tertentu dari dataset yang tersedia.

Nah, dengan Machine Learning inilah grammar checkers seperti Grammarly bisa mendeteksi kesalahan tata bahasa (grammar) yang umum dan sering ditemukan.

Selain mendeteksi kesalahan tata bahasa, grammar checkers juga akan memberikan rekomendasi perbaikan kalimat. Sangat berguna, bukan?

Meski demikian, tidak semua jenis teks dapat diperbaiki dengan menggunakan grammar checkers tool ini.

Teks sastra, seperti puisi maupun cerita pendek, sering kali menggunakan tata bahasa yang tidak 100% sesuai dengan aturan yang berlaku. Maksudnya, teks-teks seperti ini cenderung lebih bebas dan tidak selalu menggunakan tata bahasa yang baku.

Karenanya, grammar checker bisa jadi kurang sesuai untuk mendeteksi kesalahan grammar di teks-teks seperti itu.

Selain itu, masih ada keterbatasan lain yang bisa kita jumpai ketika menggunakan grammar checkers. Karena itulah, tools-tools AI untuk kebutuhan pengecekan grammar ini masih perlu pengembangan secara kontinyu.

Melakukan koreksi ejaan

Kegunaan lain AI dalam penyuntingan konten adalah untuk melakukan koreksi ejaan (proofreading), khususnya untuk mengecek adanya saltik (typo).

Kamu mungkin sudah tidak asing dengan keberadaan tools AI yang dapat mengoreksi ejaan ini. Pasalnya, fitur ini dapat kamu jumpai di smartphone dan aplikasi pengolah kata yang banyak digunakan.

Bagaimana cara kerja AI dalam mengecek adanya typo?

Pada prinsipnya, fitur AI yang berkaitan dengan koreksi ejaan memiliki cara kerja yang sama dengan grammar checkers. Tool AI ini memiliki Machine Learning models yang mampu membandingkan teks konten dengan aturan dan pola yang tersedia di database. AI juga mampu menganalisa konteks teks konten.

Melalui cara inilah tool AI melakukan koreksi ejaan. Tool AI akan memberikan tanda pada kata yang salah ejaan dan memberikan rekomendasi kata yang benar.

Berbeda dengan grammar checker, saat ini sudah banyak tool AI spelling checker yang mampu mengecek dalam berbagai bahasa. Dalam artian, tool AI bisa kamu gunakan untuk mengecek ejaan dalam bahasa lain selain bahasa Inggris.

Meski demikian, terkadang fitur koreksi ejaan dalam bahasa lain terbatas, tidak seperti fitur koreksi dalam bahasa Inggris yang lebih komprehensif.

Mengidentifikasi gaya penulisan

Ada beragam gaya penulisan yang digunakan dalam pembuatan sebuah konten. Sebagai contoh, dalam penulisan copy, kamu perlu menggunakan gaya penulisan yang persuasif.

Konten copy juga perlu kamu buat agar memberikan kesan positif terhadap produk/layanan dan perusahaan yang menjual produk/layanan tersebut.

Menariknya, AI bisa mengidentifikasi gaya penulisan yang kamu buat. AI dapat menggambarkan bagaimana tone tulisan kamu dan jenis emotion apa yang pembaca dapatkan ketika membaca tulisanmu.

Mengenali bagaimana tone dan emotion yang ‘terpancar’ dari tulisan kamu tentunya sangat membantu dalam membuat konten.

Misalnya, kamu sedang menulis email marketing yang membutuhkan tone dan emotion yang memberikan kesan riang dan persuasif.

Nah, untuk mengetahui seperti apa tone dan emotion email, kamu bisa memasukkan tulisan ke dalam sistem AI. Nantinya, AI akan menilai copy yang kamu buat dan memberikan gambaran tone dan emotion konten teksmu.

Jika tone dan emotion konten menurut AI masih belum sesuai dengan targetmu, kamu bisa mengubahnya agar sesuai dengan rekomendasi AI. Biasanya, rekomendasi yang diberikan adalah berupa pilihan diksi agar kalimat yang kamu buat mendukung tone dan emotion yang kamu butuhkan.

Kamu juga dapat memanfaatkan AI untuk membuat konten dengan tone dan emotion yang sesuai kebutuhan.

Untuk itu, kamu perlu membuat prompt yang dapat men-trigger AI untuk membuat konten sesuai dengan kebutuhan.

Memeriksa konsistensi gaya penulisan

Selain melakukan hal-hal di atas, AI juga bisa kamu manfaatkan untuk memeriksa konsistensi gaya penulisan dalam sebah konten.

Dengan keberadaan tool AI dalam penyuntingan konten ini, gaya penulisan dalam konten jadi bisa lebih konsisten.

Tool AI seperti ini biasanya juga bisa kamu gunakan untuk memberikan rekomendasi style penulisan akademik maupun populer.

Tak hanya itu, tool AI ini bisa membantu untuk melakukan parafrase. Alhasil, kamu tidak perlu lagi melakukan parafrase teks satu per satu. Hal ini bisa kamu lakukan dengan mudah dengan AI.

AI dalam Penyuntingan Konten: Meningkatkan Kualitas Konten

Ai dalam konten
Selain untuk mengoreksi teks, AI bisa kamu manfaatkan untuk meningkatkan kualitas konten. Artinya, kamu bisa melakukan:

  1. Pemilihan keyword konten yang lebih baik
  2. Meningkatkan keefektifan kata-kata yang ditulis
  3. Meningkatkan keterbacaan konten

Mari kita bahas satu per satu.

Pemilihan keyword konten yang lebih baik

Dalam proses pembuatan konten SEO-friendly, pemilihan keyword merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan. Pasalnya, keyword yang tepat akan membantu kontenmu teroptimasi dengan baik. Alhasil, ranking halaman di pencarian pun bisa meningkat.

Bagaimana AI melakukan pemilihan keyword?

AI keyword generators akan menganalisis website, niche, serta konten kompetitor untuk membuat keyword yang akan meningkatkan ranking halaman kamu di search engine.

Prosesnya adalah sebagai berikut:

  1. Setelah kamu menyediakan keyword awal, tool AI akan menganalisis data teks serupa yang dapat kamu jumpai di internet untuk mencari tahu pola dan frasa yang berkaitan dengan keyword tersebut.
  2. Dengan bantuan Natural Language Processing (NLP), AI dapat memahami konteks dan arti dari keyword yang kamu gunakan. Tool AI juga akan menginterpretasikannya sehingga rekomendasi keyword akan dibuat relate dengan konteks keyword yang kamu gunakan.
  3. Selain membuat rekomendasi keyword, AI keyword generators juga akan menganalisis tren keyword. Dalam artian, tool AI akan mencari tahu search volume, competition level, dsb. Dengan metrik-metrik tersebut, kamu bisa mencari tahu keyword yang mampu memberikan hasil terbaik.

Dengan adanya tool keyword generator seperti ini, kamu bisa menghemat waktu yang perlu kamu gunakan untuk riset keyword.

Meningkatkan keterbacaan konten

Apa yang dimaksud dengan keterbacaan konten? Dalam bahasa Inggris, keterbacaan disebut juga sebagai Readibility. Ini merupakan metrik SEO yang menunjukkan seberapa mudah konten kamu dibaca.

Biasanya, keterbacaan konten dipengaruhi oleh panjang-pendeknya kalimat. Semakin panjang kalimat, konten jadi lebih sulit dibaca sehingga skor readibility kamu akan rendah.

Lalu, apa dampak AI dalam meningkatkan keterbacaan konten? Sejauh ini, AI bisa kamu gunakan untuk mendeteksi apakah konten memiliki skor readibility yang baik. AI akan menilai teks konten kamu dan selanjutnya kamu bisa melakukan penyuntingan konten agar konten lebih readable.

Meningkatkan keefektifan kata-kata yang ditulis

Tools AI dalam penyuntingan konten juga bisa kamu manfaatkan untuk meningkatkan efektivitas kata-kata dalam sebuah konten.

Artificial Intelligence bisa membantumu untuk membuang kata-kata yang tidak diperlukan sehingga kalimat jadi lebih singkat dan efektif.

Secara tidak langsung, ini akan membantu kontenmu memiliki skor readibility yang lebih tinggi. Lebih lanjut lagi, hal ini bisa membantumu untuk meningkatkan ranking laman dalam search engine.

Kesimpulan

Sebagai simpulan, AI dalam penyuntingan konten dapat kamu manfaatkan untuk mengedit kesalahan tulisan serta untuk meningkatkan kualitas teks yang kamu buat.

Dengan bantuan AI, kamu bisa membuat konten teks yang lebih baik dengan cara:

  • mengurangi saltik (typo)
  • mengurangi kesalahan tata bahasa
  • mengidentifikasi gaya penulisan agar sesuai dengan tone dan emotion yang kamu inginkan
  • menjaga agar tone tulisan tetap konsisten
  • memilih keyword yang baik untuk konten
  • meningkatkan efektivitas kalimat
  • membuat konten dengan readability yang baik

Ke depannya, bukan tidak mungkin AI akan berkembang sehingga fitur-fitur untuk penyuntingan konten pun jadi lebih banyak. Kita tunggu saja perkembangannya, ya!

Butuh Bantuan Pembuatan Konten?

Menggunakan AI memang mudah bisa membantumu membuat konten dengan cepat. Akan tetapi, terkadang konten yang kamu buat dengan AI memiliki beberapa kendala sebagai berikut:

  • bahasa yang digunakan terkesan tidak alami (terlalu kaku)
  • kalimat dalam konten jadi terlalu teknis
  • terkadang konten jadi sulit dipahami

Meskipun pembuatan konten dengan AI tidak memakan banyak waktu, kamu mungkin akan membutuhkan waktu tambahan untuk mengedit konten. Jadi sama saja, bukan?

Nah, daripada pusing, kamu bisa menggunakan jasa pembuatan konten dari Kontenesia.

Kontenesia adalah jasa penulisan artikel SEO-friendly tepercaya yang hingga kini sudah menangani ribuan klien. Kontenesia sudah bekerja sama dengan perusahaan startup (baik startup nasional maupun luar negeri), BUMN, instansi pendidikan, perusahaan swasta, UMKM, serta blogger.

Dengan tim penulis dan editor yang dapat diandalkan, kamu bisa mendapatkan konten yang kamu butuhkan dengan cepat dan dengan kualitas jempolan!

Selain jasa penulisan artikel, kamu juga bisa memesan jasa pembuatan copy serta menggunakan layanan media placement.

Apa pun kebutuhan konten kamu, Kontenesia jawabannya!

Yuk, cari tahu mengenai beragam layanan Kontenesia di sini!

FAQ

Apa manfaat AI dalam penyuntingan konten?

Dalam hal penyuntingan konten, AI dapat kamu manfaatkan untuk mengurangi kesalahan tulisan dan meningkatkan kualitas konten yang dibuat.

Seperti apa contoh pemanfaatan AI dalam mengurangi kesalahan tulisan?

Dalam kaitannya dengan mengurangi kesalahan tulisan, AI bisa kamu manfaatkan untuk:

  • mengurangi saltik (typo)
  • mengurangi kesalahan tata bahasa
  • mengidentifikasi gaya penulisan agar sesuai dengan tone dan emotion yang kamu inginkan
  • menjaga agar tone tulisan tetap konsisten

Apa saja contoh manfaat AI dalam meningkatkan kualitas konten?

Berikut ini adalah contoh pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas konten:

  • memilih keyword yang baik untuk konten
  • meningkatkan efektivitas kalimat
  • membuat konten dengan readability yang baik

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.