Posted on

Cara Membuat Konten yang Viral

Cara Membuat Konten yang Viral - Kontenesia

Ingatkah Anda ketika euforia pemilihan presiden tahun 2014, ketika sosial media dipenuhi postingan konten berisi dukungan maupun cemoohan terhadap kedua calon presiden. Perhatikanlah betapa postingan demi postingan begitu cepat menyebar bagaikan virus. Perhatikan pula bagaimana emosi positif dan negatif sama-sama mampu membuat konten menjadi viral. Pada dasarnya, tema apa pun memiliki potensi untuk diangkat menjadi konten yang viral, karena jika ditelaah, ada pola yang sama yang bisa dipelajari oleh para penulis. Lalu bagaimanakah cara membuat konten yang viral?

Ada hal-hal yang harus diperhatikan ketika membuat konten viral, yaitu yang berkaitan dengan pengungkapan isi konten dan teknis penulisannya:

Bagaimana merekonstruksi isi konten yang membuat pembaca mau menyelam lebih dalam

konten viral - Kontenesia Jasa Penulis Artikel
konten viral – Kontenesia / neilchughes.com

Evoke emotion and inspire people – bangkitkan emosi dan buatlah orang-orang terinspirasi.

Tahukan Anda mengapa orang suka membagi hal-hal yang mengagumkan, inspirasional, lucu, menyeramkan, atau bahkan memicu kemarahan? Hasil riset yang dilakukan New York Times terhadap 2500 responden menyatakan bahwa alasan mereka membagi sebuah cerita secara online adalah untuk:

  • Menyampaikan sesuatu yang berharga, menginspirasi, atau menghibur orang lain.
  • Mendefinisikan jati diri mereka kepada orang lain.
  • Menumbuhkan hubungan dengan orang lain.
  • Memenuhi hasrat untuk ikut terlibat dalam perkembangan dunia, dan
  • Menunjukan kepedulian.

Untuk itu, sebisa mungkin, buatlah tulisan yang humanis dan menyentuh langsung ke permasalahan yang sedang dihadapi mayoritas pengguna internet. Gunakan unsur-unsur yang menggugah emosi seperti:

  • Awe/kekaguman
  • Anger/kemarahan
  • Surprise/kejutan
  • Joy/kebahagiaan
  • Lust/minat
  • Anxiety/kecemasan
  • Fear/ ketakutan

Look trough the viral novelties – selamilah hal-hal yang baru.

Seseorang tidak akan menjadi trendi jika tidak mengikuti tren yang berlaku, begitu pun dengan tulisan. Untuk bisa membuat konten yang viral, Anda harus mencari tahu apa yang sedang populer dan menjadi trending topic di media sosial. Ambilah keuntungan dari hal tersebut, usiklah emosi dan galilah kebutuhan pembaca. Kreasikan dalam tulisan yang baru dan ikutlah bergabung dengan konten viral lainnya.

Study the failures – belajarlah dari kesalahan

Jika dalam perjalannya konten Anda belum bisa meraup banyak share dan menjadi viral, Anda tidak perlu berkecil hati. Ingatlah bahwa selalu ada kesempatan untuk menciptakan kejutan suatu saat nanti. Pelajarilah apa yang membuat konten Anda tidak berhasil dengan baik dan carilah akar permasalahannya. Dari kesalahan tersebut Anda bisa semakin memahami cara membuat konten yang viral.

 

10 Cara Terbukti Membuat Konten Anda Menjadi Viral [ infographic ] - kontenesia jasa penulis artikel / OKDork
10 Cara Terbukti Membuat Konten Anda Menjadi Viral [ infographic ] – kontenesia / OKDork

Teknis penulisan agar bisa menjadi konten viral

Jangan copy paste

jangan sekali-kali menyalin isi konten orang lain ke dalam postingan Anda. Alih-alih mendapatkan materi yang bagus, tindakan ini justru bisa menjadi bumerang bagi Anda. Sebab, selain isi tulisan itu sudah banyak dibaca di postingan sebelumnya, mesin pencari juga bisa memindainya sebagai plagiarisme dan blog Anda pun mendapatakan penilaian SEO yang buruk.

Jangan menulis berita HOAX

Berita kontroversial memang memiliki daya pikat yang tinggi, namun jangan tergoda untuk menulis berita bohong. Karena selain bisa merugikan orang lain, hal tersebut juga bisa menurunkan reputasi blog Anda di dunia maya.

Pilihlah headline yang eye cathing

Tak bisa dipungkiri bahwa informasi yang tersedia di dunia maya begitu banyak. Para pembaca biasanya hanya melakukan screening singkat dan jarang sekali mengeklik tautannya satu per satu. Otak biasanya akan memerintahkan mata untuk memindai sesuatu yang menarik. Karena itu, pastikan headline yang Anda buat mampu menyihir mata para pembaca.

Visualisasikan dengan gambar, video, daftar-daftar dan infografis.

Konten yang disisipi gambar atau video secara statistik lebih disukai oleh para pembaca. Gambar atau video yang menarik mampu menguatkan karakter dan meningkatkan efek dramatis tulisan Anda. Selain gambar dan video, konten yang di dalamnya terdapat daftar dan infografis juga memiliki jumlah share yang lebih tinggi. Hal ini karena artikel semacam ini memberikan kemudahan kepada para pembaca untuk mencerna informasi dalam jumlah besar secara lebih ringkas.

Perhatikan jumlah karakter isi konten.

Tren yang terjadi saat ini, konsumsi internet lebih banyak dilakukan melalui perangkat mobile. Hal ini membuat para penulis berpikir bahwa mereka harus menyediakan konten yang pendek dan singkat (short form) agar lebih mudah diakses secara lebih dinamis. Namun hasil penelitian justru menyatakan sebaliknya. Konten yang panjang (long form) justru mendapatkan jumlah share yang lebih banyak dibandingkan yang pendek. Kuncinya, buatlah tulisan dengan konsep dan bahasa yang sebaik mungkin agar pembaca tidak kesulitan memahami maksud tulisan Anda. Gunakan subheadline dan bullet list untuk memudahkan pembaca memperoleh informasi yang ringkas dan berkualitas.

[wdca_ad id=”1157″ ]

Posting dan promosikan tulisan di waktu yang tepat.

Waktu yang dipilih untuk memublikasikan konten Anda memengaruhi jumlah share yang akan diperoleh. Berdasarkan analisis “Total shares by day of week” yang dilakukan Buzzsumo, hari Selasa adalah waktu terbaik untuk memublikasikan sebuah tulisan. Setelahnya, bagikan dan promosikanlah ke teman-teman dan komunitas terkait. Jangan lupa untuk mempromosikan kembali konten Anda setelah satu minggu. Sebab berdasarkan hasil penelitian, persentase social share artikel akan mengalami penurunan yang cukup drastis setelah hari ke tiga, bahkan mencapai 96%.

Dapatkan influencer tambahan untuk meningkatkan jumlah rating.

Bisakah Anda menghitung seberapa besar pengaruhnya apabila konten Anda dibagikan oleh seorang Rheinald Kasali, Onno W. Purba, atau tokoh lain yang berpengaruh di bidangnya? Data statistik menunjukan bahwa dengan memiliki satu orang berpengaruh yang menshare artikel Anda, akan terjadi kenaikan trafic share sebanyak 31,8%. Jika tiga orang berpengaruh yang membagikannya, peningkatannya menjadi dua kali lipat, dan jika lima orang, total share akan meningkat menjadi empat kali lipat. Untuk itu, mulailah membangun hubungan dengan orang-orang berpengaruh dan mintalah mereka untuk membaca dan membagikan konten Anda.

Bagaimana cara membuat konten viral [ infographic ] - Kontenesia
Bagaimana cara membuat konten viral infographic – Kontenesia

Dalam sebuah postingan konten, headline atau tajuk utama harus memiliki daya tarik yang luar biasa untuk menggiring pembaca masuk ke dalam sebuah tulisan. Semakin menarik headline, semakin besar kesempatan untuk bersaing mendapatkan klik dari para netter, yang artinya bertambah besar pula kesempatan untuk menaikkan rating blog Anda. Tantangan terbesar blogger dalam memperoleh atensi para pembaca instan yang lebih suka memindai judul daripada mengeksplor teks demi teks adalah dengan mencari tahu apa saja trik menulis headline yang menarik minat pembaca.

Headline yang menarik adalah yang memiliki daya magnet yang tinggi. Pelajarilah bagaimana menentukan pilihan kata dan gaya penulisan, serta cara meramunya menjadi sebuah kalimat yang menggoda untuk ditelusuri lebih dalam.

Berikut ini adalah beberapa hal penting tentang gaya penulisan dan penentuan kata untuk penulisan headline viral yang diramu dari problogger.net

Gaya penulisan HEADLINE VIRAL

The “intrigue” style headline

Gaya penulisan intrigue adalah gaya penulisan penuh intrik. Ini adalah salah satu gaya penulisan yang cukup efektif dalam menghasilkan postingan viral, karena mengandalkan kata-kata bombastis yang memancing rasa penasaran, memiliki efek “wow” dan membuat pembacanya bertanya-tanya “apakah benar seperti itu?,” “bagaimana bisa begitu?,” atau “jadi bagaimana cerita sebenarnya?.”

Contoh: “Gila! Di Konser Bon Jovi, Pemegang Tiket pun Tak Bisa Masuk.”

Gaya penulisan dalam headline semacam ini banyak mengandung kalimat hiperbola atau dilebih-lebihkan. Untuk itu, penulis harus berhati-hati jika ternyata apa yang disampaikan tidak memenuhi harapan pembaca. Bisa jadi mereka tidak akan melanjutkan bacaan tersebut apalagi membaginya. Artinya, walaupun headline Anda berhasil meraup rating, namun pembaca yang kecewa akan memberikan kredit yang buruk bagi blog Anda.

The “finality” style headline

Gaya penulisan dalam headline ini banyak menggunakan kalimat-kalimat superlatif dan penuh dengan dominasi, misalnya “Satu-satunya Panduan …,” “Informasi Terakhir Tentang …,” “Perolehan Skor Xxx Terbaik Sepanjang Tahun 20xx,” “Cara Paling Efektif untuk …,” dan sejenisnya. Ide dari gaya penulisan headline ini adalah menggiring pembaca untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan secara final hanya dari postingan Anda. Cara ini cukup efektif karena pembaca mendapatkan harapan bahwa mereka akan memperoleh informasi paling menyeluruh tanpa harus mencarinya ke tempat lain.

The “topic – hype” style headline

Topic – hype style merupakan gaya penulisan yang paling mudah ditiru, karena redaksinya tidak terlalu sulit dan dibuat benar-benar sesuai kebutuhan pembacanya, yaitu dengan menempatkan topik utama disertai sedikit deskripsi. Deskripsi tambahan inilah yang biasanya menjadi magnet utama. Headline seperti ini umumnya ditujukan bagi konten yang sudah memiliki target yang spesifik.

Contoh: Tips Blogger: Bagaimana Memengaruhi Pembaca untuk Membagikan Artikel Anda di Media Sosial”

The “list – post” style headline

Sebagian besar headline konten yang viral menggunakan gaya penulisan post-list, yaitu dengan mengurutkan poin-poin penting suatu topik bahasan agar terlihat spesifik dan ringkas. Headline ini mampu menggugah kesadaran pembaca bahwa dengan mengeklik headline tersebut mereka akan memperoleh informasi yang lebih mudah dipahami karena telah tersusun secara kohesif.

Gaya penulisan headline list – post biasanya memuat hal-hal yang berkaitan dengan uniq rationale dan melibatkan angka-angka di dalamnya seperti:

  • alasan
  • prinsip
  • fakta
  • ide-ide
  • cara
  • rahasia
  • trik
  • pembelajaran, dsb.

Contoh :   “10 Trik Menghindari Ajakan Pertemanan Bos di Media Sosial”

Infographic Bagaimana cara membuat headline yang baik - Kontenesia
Infographic Bagaimana cara membuat headline yang baik – Kontenesia / Found on blog.bufferapp.com

Menentukan pilihan kata untuk headline viral

Keputusan seseorang untuk membaca atau melewatkan sebuah artikel berlangsung dengan sangat singkat dan dalam hitungan detik. Penulis headline harus mampu memanfaatkan waktu krusial ini untuk mencari kata-kata yang paling eye cathing yang dapat menghipnotis pembaca. Adapun kata-kata yang bisa dijadikan headline yang menarik minat pembaca adalah sebagai berikut:

Kata-kata aksi

Kata kerja aksi memiliki kekuatan untuk mengarahkan pembacanya agar bertindak dan melakukan sesuatu. Beberapa di antaranya adalah “gunakan” “pelajari,” “lakukan,” dan masih banyak lagi.

Contoh: “Lakukan 5 Hal Ini untuk Menghindari Pencurian di Lampu Merah”

Pertanyaan

Salah satu kata pembuka yang dapat memancing rasa penasaran adalah dengan mengajukan pertanyaan. Gunakan kata tanya “bagaimana,” “mengapa,” atau “kapan.” Uraian konten yang menggunakan headline berupa pertanyaan biasanya memuat informasi yang bersifat edukatif atau memberikan pembelajaran.

Contoh: “Bagaimana Meningkatkan Traffic Blog Anda Tanpa Banyak Membuang Waktu”

Angka

Tidak bisa dipungkiri bahwa otak manusia memiliki ketertarikan untuk mengurutkan segala sesuatu. Itu sebabnya angka memiliki kemampuan untuk menjaring klik bagi headline Anda. Manfaat lain penggunaan angka adalah agar pembaca dapat mengestimasi secara lebih akurat waktu yang dia butuhkan untuk membaca postingan Anda.

Berikut adalah beberapa tips penggunaan Angka dalam headline:

  • Angka ganjil lebih disukai dibandingkan angka genap (kecuali angka 10). Angka 7 merupakan salah satu yang terbaik. Contoh: “7 Alasan Klise Pacar Jarang Menghubungi Anda”
  • Semakin spesifik angka yang disebutkan, semakin muncul efek dramatis dan pembaca akan semakin merasa bahwa hal tersebut benar dan ampuh. Contoh: “1001 Cara Membersihkan Rumah Kurang dari 15 Menit”
  • Tidak hanya berbentuk digit, unit waktu dan bentuk satuan juga menarik untuk digunakan. Contoh: “Bagaimana Membuat Kulit Anda Sehalus Pantat Bayi dalam 5 Menit”

Kata-kata Ajaib

Kata-kata sakti yang kerap digunakan biasanya berupa kata sifat yang atraktif yang mampu menggugah keingintahuan pembaca. Apalagi jika kata tersebut diberikan keterangan yang bersifat superlatif seperti “sangat,” “paling,” atau imbuhan “ter-.“

Contoh:

  • gratis
  • cepat
  • mudah
  • menyenangkan
  • luar biasa
  • aneh, dsb.

Penyangkalan

Kata penyangkalan atau yang berasosiasi negatif tidak selalu memberi dampak buruk. Beberapa kata justru memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dalam penulisan headline, karena pada dasarnya manusia cenderung menghindari sesuatu yang merugikan. Misalnya: “tanpa,” “tidak,” “stop.”

Contoh: “Stop Berinteraksi dengan Ponsel sebelum Tidur!”

Demikianlah cara membuat konten yang viral yang bisa kita pelajari bersama. Selamat menulis dan kami tunggu postingan viral Anda.

8 thoughts on “Cara Membuat Konten yang Viral

  1. Gokil nih contoh artikelnya. Bener-bener nambah wawasan baru. Ane mau langsung order gan.

  2. Manttap infonya lengkap banget…

  3. Komplek juga ya pembahasan konten viral, saya kira cuma bikin konten yang menarik trus kita share bisa jadi viral. Ternyata gak sesimple itu

  4. mau nyoba viral, kebetulan nemuin arikel ni, menurut w sih, keren banget, banget

  5. saya bersetuju dengan ulasan sobat, kontent viral itu sebaiknya sesuatu yang baru dan menjadi trending topik. mungkin bisa dipadukan juga dengan penggunaan keyword abadi untuk kontent viral biar bisa langgeng viralnya

  6. Makasih gan ..artikel yg sangat bermanfaat sekali.

  7. Artikelnya bagus, cocok untuk pilar. Tp emg kaidahnya gt kah? Ada yg 1 kalimat saja dan sudah ganti paragraf?

    Emang tidak salah sih, dan jg enak dibaca kalo untuk blog, tp apakah memang selalu seperti itu pengerjaan untuk artikel pilar?

    Lg menimbang2 untuk order or gag… Tp secara general ok banget dan mengerti ttg apa itu artikel pilar

  8. Artikel yang sangat bermanfaat. Mundah dipahami tapi sulit juga untuk dipraktikan. Saya akan mencoba tips tips seperti yang anda tulis. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *