desain

Mengenal Jenis-Jenis Desain dan Fungsinya di Era Digital

Tahukah Anda bahwa ilmu desain merupakan bagian dari cabang seni rupa? Keberadaannya dimanfaatkan untuk menciptakan sebuah barang menjadi lebih cantik. Saat ini, penerapan design menjadi lebih menyeluruh. Keberadaannya tak hanya berguna untuk mempercantik tampilan, tetapi juga disertai dengan memperhatikan fungsi produk yang dibuat.

Dengan memperhatikan manfaatnya yang begitu besar, pemanfaatan jasa desain di era digital menjadi hal yang krusial. Bahkan,  kesalahan dalam menggunakan hasil design, bisa berdampak krusial pada bisnis yang Anda jalankan. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai ilmu yang satu ini merupakan informasi penting yang perlu diketahui para pengusaha.

1. Apa Itu Desain?

Definisi umum mengenai desain adalah sebuah proses yang perlu dilakukan untuk membuat serta menciptakan produk baru. Pada definisi ini, design merupakan sebuah proses atau kata kerja. Produk yang bisa dihasilkan dari proses ini bisa beragam, mulai dari perencanaan, proposal, ataupun benda nyata.

Selain itu, desain juga bisa didefinisikan sebagai kata benda. Design, menurut definisi ini, merupakan hasil dari proses kreatif yang dilakukan oleh seorang desainer. Dalam proses kreatif pembuatannya juga melibatkan banyak aspek, termasuk di antaranya adalah, fungsi, estetika, ataupun pola terdahulu.

2. Definisi Desain Menurut Para Ahli

Definisi desain yang telah disampaikan merupakan pengertian umum yang berlaku bagi masyarakat awam. Namun, para ahli desainer ternyata punya definisi tersendiri mengenai apa yang dimaksud dengan design. Beberapa definisi tersebut di antaranya:

  • Morris Asimow
desain
emaze.com

Penulis buku berjudul “An Introduction to Design” (1962), Asimow menjelaskan bahwa pengambilan keputusan merupakan kegiatan yang berisiko tinggi. Dia mengungkapkan bahwa pola pengambilan keputusan merupakan salah satu aktivitas design yang dilakukan secara tidak sadar. Dalam hal ini, seorang desainer punya peran untuk meminimalkan risiko terjadinya kekeliruan.

  • Christopher Wolfgang Alexander

Tokoh yang dikenal sebagai arsitektur ternama dan merupakan salah satu profesor di Universitas California, Berkeley berpendapat bahwa design merupakan upaya dalam mencari komponen yang sesuai dalam penciptaan sebuah struktur fisik. Dalam pandangan ini, seorang desainer harus mengeksplorasi 2 hal, yakni komponen serta sistem.

  • P. J. Booker

Sementara itu P.J. Booker mengungkapkan bahwa proses design merupakan sebuah aktivitas yang berulang-ulang. Seorang desainer perlu melakukan simulasi mengenai produk yang bakal diciptakannya. Simulasi ini wajib dilakukan untuk bisa mendapatkan hasil akhir sesuai keinginan.

  • J. K. Page

Definisi design yang berbeda bisa Anda temukan dari penjelasan J.K. Page. Beliau mengungkapkan bahwa seorang desainer harus memiliki daya imajinatif dalam memperkirakan kemungkinan-kemungkinan di masa depan. Oleh karena itu, aktivitas design tak hanya berupa kegiatan motorik, tetapi juga melibatkan pemikiran yang visioner.

  • E. Matchett

Matchett punya pandangan berbeda mengenai proses desain. Beliau mengungkapkan bahwa hal utama yang perlu diperhatikan dalam design adalah pemecahan masalah. Seorang desainer perlu membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Selanjutnya, dia harus mencari solusi atas kebutuhan tersebut.

3. Cara Pembuatan Desain

Proses kreatif yang perlu dilakukan untuk menciptakan hasil design bisa berlangsung singkat ataupun sangat panjang. Secara umum, Anda akan menjumpai ada 6 tahapan yang perlu dilakukan, yakni:

a. Analisis masalah serta tujuan yang ingin dicapai

Proses desain muncul karena ada sebuah permasalahan yang dihadapi. Oleh karena itu, produk yang dihasilkan dari proses kreatif harus memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Di waktu yang sama, Anda juga perlu memperhatikan tujuan dari pembuatan design.

Pada tahapan awal ini, proses analisis harus dilakukan secara menyeluruh. Anda perlu tahu target audience atau pengguna dari design. Anda juga perlu memperhatikan penggunaan material atau media agar tujuan bisa dicapai sekaligus menyelesaikan masalah. Tak ketinggalan, Anda juga perlu mengetahui bujet proses pembuatan design.

b. Riset

Tahapan berikutnya dalam pembuatan design adalah melakukan riset. Anda perlu mengumpulkan bahan serta informasi yang berkaitan erat dengan produk. Kualitas produk yang Anda ciptakan, bisa sangat bergantung pada seberapa banyak data yang dikumpulkan.

Setelah proses pengumpulan data, Anda perlu mencari korelasi dari data-data tersebut. Dari proses ini, Anda bisa saja menemukan ide yang berguna dalam proses pembuatan produk. Selain itu, Anda dapat mempertimbangkan untuk membawa buku kecil yang berguna untuk menggambar sketsa. Tujuannya adalah untuk mencatat ide yang terkadang muncul secara tiba-tiba.

c. Pengembangan ide

Ketika Anda sudah memiliki ide terkait produk yang akan dibuat, tahapan selanjutnya adalah mengembangkannya. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk pengembangan ide. Cara pertama adalah dengan mengeksplorasi ide berdasarkan pada pengalaman atau keahlian yang dimiliki. Selain itu, Anda dapat pula memanfaatkan diagram verbal atau mind mapping.

d. Analisis dan sinkronisasi antara ide dengan tujuan

Ide yang sudah Anda kembangkan, tak bisa secara langsung diterapkan. Anda perlu melakukan analisis apakah ide tersebut sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, Anda juga perlu melakukan sinkronisasi antara kedua hal ini. Sebagai solusinya, Anda dapat memanfaatkan pandangan orang lain mengenai ide yang dimiliki. Selanjutnya, Anda bisa menerima masukan ataupun kritik terkait ide tersebut.

e. Implementasi dan Pengujian

Setelah Anda mendapatkan masukan terkait ide desain, langkah berikutnya adalah implementasi. Eksekusi ide desain yang Anda lakukan bisa saja tidak secara langsung memberi hasil yang memuaskan. Oleh karena itu, banyak desainer yang melakukan implementasi secara bertahap dengan membuat prototype.

Tidak ada ketentuan mengenai jumlah prototype yang perlu dihasilkan hingga mencapai produk akhir. Hanya saja, Anda bisa membatasinya dengan memperhatikan tujuan awal pembuatan produk tersebut. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pengujian terkait fungsi dari design yang dihasilkan.

Sebuah prototype bisa disebut sebagai hasil akhir setelah melalui serangkaian pengujian. Tahapan pengujian prototype bisa beragam, mulai dari fungsi, ketahanan, kenyamanan pemakaian, dan lain-lain. Hal yang paling penting, produk yang telah lulus pengujian, benar-benar menyelesaikan permasalahan dan sesuai dengan tujuan awal.

4. Jenis-Jenis Desain Berdasarkan Fungsinya

Dalam proses pembuatannya, Anda juga perlu tahu bahwa ada begitu banyak desain. Klasifikasi desain tersebut dilakukan berkaitan dengan fungsi produk yang dihasilkan. Beberapa jenis desain yang perlu Anda ketahui di antaranya:

a. Interior design

Tipe desain pertama yang bisa Anda ketahui adalah interior design. Mereka yang berkecimpung dalam pekerjaan ini disebut dengan desainer interior. Tugas utama yang perlu dilakukan adalah mengubah sebuah ruangan menjadi lebih fungsional, efisien, dan sedap dipandang.

Untuk memperoleh hasil desain sesuai keinginan, mereka melakukan pemilihan perabot, aksesori, pencahayaan, cat dinding, serta berbagai elemen yang disesuaikan dengan kebutuhan ruangan. Selanjutnya, mereka bisa membuat denah ruangan, layout, diagram, dan semacamnya.

b. Fashion design

desain
artinstitutes.edu

Fashion design menjadi cabang dari ilmu desain yang secara khusus ditujukan untuk merancang produk pakaian dan aksesorinya. Seorang fashion designer memiliki kemampuan dalam memanfaatkan material, tren mode, serta kreativitas untuk memunculkan ide produk baru ataupun desain baru.

Dalam upaya menciptakan desain ataupun ide produk terbaru itu, seorang fashion designer tak hanya memperhatikan terkait fungsi serta estetika pakaian. Mereka juga harus memperhatikan tingkat kenyamanan, tradisi, ataupun situasi pakaian tersebut dikenakan. Oleh karena itu, pakaian untuk pesta punya desain yang jauh berbeda dibandingkan dengan busana sehari-hari.

c. Desain grafis

Desain grafis adalah jenis desain yang bertujuan untuk melakukan komunikasi secara visual. Untuk melakukan hal tersebut, seorang penyedia jasa desain grafis dapat menggunakan beragam jenis gambar serta elemen visual sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Cakupan ilmu desain grafis begitu luas, sehingga ada klasifikasi lagi di bawahnya, seperti:

> Infografis

Salah satu contoh desain yang termasuk dalam desain grafis adalah infografis. Jenis desain grafis yang satu ini dibuat dengan mengombinasikan antara data atau informasi dengan gambar. Keberadaannya memiliki fungsi yang hampir mirip dengan visualisasi data, visualisasi informasi, dan semacamnya. Hanya saja, infografis secara khusus didesain untuk menarik perhatian pembaca.

Popularitas penggunaan infografis mengalami peningkatan seiring dengan maraknya penggunaan media sosial. Pemanfaatan infografis dapat dilakukan untuk menampilkan berbagai jenis data dan informasi. Di waktu yang sama, seorang desainer grafis juga perlu menggunakan data secara detail dan akurat.

Dulu, pembuatan infografis dilakukan dengan alat sederhana, seperti kertas grafik, pensil, ataupun penggaris. Namun, perkembangan teknologi membuat desainer grafis bisa membuat infografis dengan jauh lebih mudah dan attraktif. Terdapat aplikasi komputer yang bisa membantu mereka. Oleh karena itu, muncul beberapa jenis infografis yang bisa dihasilkan, seperti:

  • Infografis statis
desain
itvantage.com

Infografis statis menjadi jenis infografis yang paling sederhana yang bisa kamu dapatkan lewat penggunaan jasa desain grafis online ataupun offline. Karena kemudahan dalam proses pembuatannya, infografis statis banyak digunakan dalam berbagai kesempatan. Anda tidak hanya akan menjumpainya dalam surat kabar atau majalah, tetapi juga kerap dimanfaatkan untuk sarana presentasi.

  • Infografis animasi

Dibandingkan dengan infografis statis, infografis animasi memiliki bentuk yang lebih kompleks. Pada jenis infografis ini, Anda akan menjumpai penggunaan teknologi audio visual yang membuatnya jadi lebih menarik. Penerapannya bisa ditemukan pada media televisi atau internet. Anda juga bisa menjumpai infografis animasi dalam bentuk 2 dimensi ataupun 3 dimensi.

Tampilan yang lebih kompleks, membuat proses pembuatan infografis animasi jadi lebih sulit. Oleh karena itu, pembuatan infografis animasi tak hanya melibatkan sosok desainer grafis. Anda juga memerlukan bantuan tenaga profesi lain untuk membuat konsep, latar belakang musik, dan lain-lain.

  • Infografis interaktif

Tipe infografis yang paling mutakhir dan kompleks adalah infografis interaktif. Jenis infografis ini mampu menampilkan data dan gambar dengan komunikasi dua arah. Para pembaca dapat melakukan interaksi. Anda bisa saja mendesain infografis dengan permintaan pembaca untuk melakukan interaksi berupa mengeklik, menekan tombol tertentu, ataupun cukup dengan mengarahkan kursor.

Proses pembuatan infografis interaktif perlu melibatkan tenaga profesional selain penyedia jasa desain grafis online. Anda juga butuh kehadiran seorang programmer untuk bisa berkolaborasi dengan desainer. Tak lupa, Anda juga perlu memiliki konsep menarik yang bisa memancing pembaca untuk melakukan interaksi.

> Desain korporasi

desain
themauldingroup.com

Desain korporasi juga menjadi bagian dari jenis desain grafis. Corporate design secara khusus diperlukan sebagai bagian dari identitas perusahaan. Keberadaannya harus memiliki perbedaan dibandingkan dengan perusahaan lain. Bahkan, corporate design merupakan nyawa dari perusahaan.

> Packaging design

Jenis desain grafis yang selanjutnya adalah packaging design. Sebagian orang menganggap bahwa packaging atau pengemasan merupakan sarana proteksi saat distribusi barang. Namun, siapa sangka kalau packaging juga bisa menjadi sarana berkomunikasi secara langsung dengan konsumen. Dengan kemampuan seperti itu, packaging design menjadi sarana pemasaran yang efektif.

d. Motion graphics design

Anda juga bisa menjumpai desain yang disebut dengan motion graphic design. Aktivitas desain yang satu ini menghasilkan produk berupa video yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana video promosi, demo produk, presentasi, dan lain-lain. Pembuatan motion graphics design bisa dilakukan dengan membuat gambar bergerak memanfaatkan gambar statis, teks, ilustrasi, dan lain-lain.

e. Architectural design

Kalau interior design merupakan cabang ilmu desain untuk perancangan ruangan, maka architectural design dimanfaatkan untuk merancang bangunan rumah atau area terbuka. Seorang desainer arsitektural memiliki tugas untuk menerjemahkan konsep dari arsitek, klien, serta engineer menjadi gambar desain serta model tiga dimensi.

f. Product design

desain
sparkinnovations.com

Desain produk menjadi jenis desain yang dimanfaatkan untuk perancangan berbagai jenis barang, seperti produk elektronik, mobil, atau perlengkapan konstruksi. Mereka yang bekerja sebagai seorang penyedia jasa desain produk bakal mengembangkan produk bervariasi, sesuai dengan permintaan. Dalam proses pembuatannya, mereka kerap membuat prototype dan mengujinya secara berulang sampai menjadi produk akhir.

g. Animation design

Keberadaan film-film animasi seperti Frozen, Toy Story, ataupun Ben 10 merupakan contoh dari animation design. Mereka yang tanggung jawab dalam membuat animasi itu disebut sebagai animator. Selain kerap digunakan untuk pembuatan film, animation design juga berguna dalam produksi video game.

h. Interactive design

desain
youtube.com

Ada infografis interaktif, ada pula interactive design. Jenis desain yang satu ini memiliki cakupan yang sangat luas. Mereka yang menjadi seorang desainer interaktif bisa merancang tampilan tidak hanya menyediakan jasa desain website, tetapi juga aplikasi. Sekilas, jenis desain yang satu ini memiliki kemiripan dengan graphic design. Apalagi, keduanya memang sama-sama menggunakan grafis dan dan gambar dalam perancangannya.

Hanya saja, seorang desainer interaktif punya tanggung jawab lebih banyak dibandingkan desainer grafis. Mereka tak hanya perlu mengatur tampilan aplikasi dan website. Di waktu yang sama, desainer interaktif juga harus mendesain interaksi antara pengguna dengan fitur serta fungsi yang ada pada aplikasi. Dengan begitu, mereka bisa memberikan interaksi yang nyaman antara pengguna dengan aplikasi.

Pada praktiknya, Anda bisa menjumpai adanya desain user experience (UX) dan user interface (UI). UX design bertujuan untuk mengeksplorasi cara pengguna dalam menggunakan website, aplikasi, ataupun tool dengan nyaman. Sementara itu, UI design dilakukan dengan mengatur cara navigasi pengguna di dalam sebuah aplikasi atau website. Meski begitu, secara umum para desainer memiliki kemampuan dalam melakukan desain UI ataupun UX.

i. Enviromental design

desain
acespak.com

Jenis desain yang satu ini merupakan praktik beberapa disiplin ilmu di satu tempat. Anda tidak hanya memerlukan kehadiran seorang desainer enviromental, tetapi juga desainer arsitektural, interior, serta desainer produk. Penempatannya juga kerap dilakukan di lokasi yang strategis.

Keberadaannya memiliki beragam fungsi. Anda dapat memanfaatkan enviromental design untuk menghadirkan suasana yang lebih berkesan dan menarik. Selain itu, kehadiran desain ini juga bisa berguna sebagai petunjuk arah atau sarana informasi. Anda bisa melihat keberadan enviromental design pada mural dinding, navigasi transportasi umum, interior toko, branding stadion, dan sebagainya.

Itulah informasi mengenai jenis-jenis desain yang bisa Anda manfaatkan sesuai dengan fungsinya. Dengan pemilihan jenis design yang tepat, Anda bisa memperoleh manfaat yang maksimal dari keberadaannya. Semoga informasi ini membantu, ya!

Panduan Menjadi Content Creator

Content creator kini menjadi profesi yang menarik. Kamu bisa bekerja secara fleksibel dengan penghasilan besar. Tertarik menjalani profesi ini?

Klik disini untuk membaca